RADARMAGELANG.ID, Sleman- Aktivitas Gunung Merapi yang berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut naik signifikan, Rabu 20 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Tercatat, gunung yang terletak di perbatasan DIY-Jateng tersebut memuntahkan sebanyak 37 kali guguran lava.
Masing-masing, sebanyak 30 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Dan 7 kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Guguran lava sebanyak itu tercatat dalam MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) yang dikeluarkan KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Kondisi cuaca Gunung Merapi cerah, mendung, dan berawan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 15.8-26 °C, kelembaban udara 48-92 %, dan tekanan udara 837.8-918.6 mmHg.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.
Gunung Merapi mengalami kegempaan guguran (Jumlah: 95, Amplitudo: 2-48 mm, Durasi: 18.8-189.6 detik).
Serta kegempaan hybrid/fase banyak (Jumlah: 1, Amplitudo: 3 mm, S-P: 0.4 detik, Durasi: 5.6 detik).
Juga terjadi kegempaan tektonik jauh (Jumlah: 2, Amplitudo: 3-5 mm, S-P: tidak terbaca, Durasi: 37.96-55.08 detik).
Sedangkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga).
Atas kenaikan aktivitas yang signifikan tersebut BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
- Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa/aro)
Editor : H. Arif Riyanto