RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan cerminan pemimpin yang tepat untuk Indonesia di periode selanjutnya.
Prabowo-Gibran dianggap sebagai duet keberlanjutan dari pembangunan pro rakyat Presiden Jokowi.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menyatakan, Prabowo-Gibran secara tidak langsung menjadi tumpuan Presiden Jokowi untuk melanjutkan program kerjanya yang merakyat.
Baca Juga: Dukungan Terus Tak Berhenti, Prabowo-Gibran Di Ambang Kemenangan Pilrpes 2024
Menurutnya, hanya Prabowo-Gibran satu-satunya capres-cawapres yang konkrit melanjutkan program pro rakyat Presiden Jokowi.
“Jadi ya kalau kita lihat dari tiga kandidat capres-cawapres, maka hanya ada satu kandidat capres-cawapres, Prabowo-Gibran itu yang mengusung keberlanjutan, yang memang akan melanjutkan kepemimpinan Jokowi,” kata Ujang, ketika dihubungi, Selasa (19/12/2023).
Prabowo-Gibran terbukti identik sebagai capres-cawapres yang berkomitmen penuh untuk mengakselerasi keberlanjutan program pro rakyat Presiden Jokowi.
Salah satu program yang akan diakselerasi adalah hilirisasi hingga industrialisasi.
Kemudian, Prabowo-Gibran sudah memiliki rancangan untuk menerapkan energi bersih serta menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara hingga mempercepat dekarbonisasi.
Tak berhenti sampai di situ, Prabowo-Gibran bertekad akan menyelesaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Hal itu juga semakin dikuatkan dari hasil survei yang dirilis Populi Center periode 28 November – 5 Desember 2023.
Di survei tersebut, sebanyak 43,1 persen rakyat Indonesia yakin Prabowo-Gibran mampu menyelesaikan pembangunan IKN.
Maka dari itu, Ujang menerangkan, hanya Prabowo-Gibran yang saat ini sudah jelas akan melanjutkan kerja-kerja baik Presiden Jokowi.
Berbeda halnya dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang mengusung perubahan sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang masih mencari identitas.
“Kalau kubu keberlanjutan ya dipegang kubu Prabowo-Gibran, kalau perubahan itu kubu Anies dan Cak Imin, kalau Ganjar-Mahfud ini sedang mencari identitas untuk apakah bagian dari perubahan ataukah keberlanjutan. Yang jelas keberlanjutan itu sudah identik dengan Prabowo-Gibran karena Jokowi ada di situ,” pungkas Ujang. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi