RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melonjak signifikan di Pilpres 2024.
Di dalam data terbaru Lembaga Riset Internasional Ipsos Public Affairs, Prabowo-Gibran mengantongi total dukungan sebanyak 42,66 persen, diikuti Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 22,95 persen dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 22,13 persen.
“Pergeseran peta elektabilitas, pasca resmi berpasangan ketiga pasangan calon terjadi perubahan signifikan, dimana Prabowo-Gibran melonjak signifikan, sementara Ganjar-Mahfud mengalami terjun bebas dan Anies-Muhaimin mengalami kenaikan tipis,” kata Pengamat Politik Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Imam, dalam keterangannya, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga: Retaknya Hubungan Jokowi-PDIP Buat Prabowo-Gibran Semakin Melesat di Pilpres 2024
Arif melanjutkan, di dalam survei Ipsos tersebut masih ada sebanyak 12,26 persen yang belum menentukan pilihan.
Jika dibedah lebih dalam, ada sebanyak 9,15 persennya adalah pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin dan 1,25 persen adalah pemilih Prabowo-Sandi.
Ia menuturkan, melonjaknya elektabilitas Prabowo-Gibran lantaran adanya anggapan kuat jika Presiden Jokowi memberikan dukungan penuh kepada pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut.
Oleh karena itu, dengan arah dukungan Presiden Jokowi yang kuat kepada Prabowo-Gibran maka pemilih Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 juga mulai beralih ke pasangan nomor 2 tersebut.
Di sisi lain, jika para pemilih yang belum menentukan pilihan dan condong memberikan dukungannya kepada Ganjar-Mahfud atau Anies-Muhaimin, maka bisa diprediksi Pilpres 2024 akan berlangsung dalam dua putaran.
Hal itu lantaran karena masih banykanya pemilih yang belum menentukan pilihan.
Kendati demikian, Arif menekankan, skenario berbeda bisa saja terjadi jika Prabowo-Gibran bisa terus meraih dukungan dari berbagai macam lapisan masyarakat dan kader PDIP.
Menurutnya, jika Prabowo-Gibran bisa terus menguat elektabilitasnya, Pilpres 2024 satu putaran sangat mungkin terjadi.
“Jika ternyata dalam dua bulan ke depan paslon nomor dua bisa menarik sebagian besar dari undecided voters yang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin di 2019, maka bisa dipastikan Pilpres akan berlangsung satu putaran,” tandasnya.
Tambahan informasi, survei Ipsos digelar pada periode 19-28 November 2023 di 34 provinsi di Indonesia.
Dengan jumlah sampel sebanyak 2000 responden, rentang usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Semakin Kuat dengan Dukungan Pemilih Jokowi-Ma’ruf 2019
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, wawancara tatap muka menggunakan aplikasi Ipsos iField Computer-Assisted Personal Interviews (CAPI). Margin error 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi