RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin melesat di Pilpres 2024.
Retaknya hubungan Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo hingga PDIP, disinyalir menjadi penyebab dukungan kepada Prabowo-Gibran terus menguat.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Kennedy Muslim mengatakan, ‘pisah’ jalannya Presiden Jokowi dengan Ganjar dan PDIP belakangan ini menjadi pemicu melimpahnya dukungan kepada Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Hasil Sensus Pertanian 2023, Jumlah Petani di Magelang Naik 100 Persen
Hal tersebut semakin menguatkan jika simbol keberlanjutan program Presiden Jokowi hanya ada pada Prabowo-Gibran.
“Semakin jelasnya perpisahan jalan politik Presiden Jokowi dan Ganjar serta PDIP akhir-akhir ini juga menjadi faktor kalau Prabowo-Gibran sekarang melenggang dengan mulus sebagai satu-satunya kandidat di jalur keberlanjutan,” kata Kennedy, ketika dihubungi, Selasa (12/12/2023).
Retaknya hubungan Presiden Jokowi dengan Ganjar dan PDIP terekam di dalam survei yang telah dirilis Indikator Politik Indonesia periode 23 November – 1 Desember 2023.
Di dalam survei itu, semakin banyak pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin yang mulai beralih dukungan ke Prabowo-Gibran.
Pada basis Jokowi-Ma’ruf Amin, dukungan kepada Prabowo-Gibran semakin nyata. Di periode 18-21 Oktober 2023, dukungan basis Jokowi-Ma’ruf Amin ke Prabowo-Gibran ada di angka 29,2 persen.
Angka itu kemudian menguat menjadi 34,9 persen untuk periode 27 Oktober – 1 November 2023.
Puncaknya, adalah pada periode 23 November – 1 Desember 2023 dukungan kepada Prabowo-Gibran berada di angka 40,1 persen.
Di sisi lain, pada basis Jokowi-Ma’ruf Amin yang terafiliasi dengan PDIP, dukungan kepada Prabowo-Gibran juga terpantau mengalami kenaikan. Di periode 2 – 10 Oktober 2023, dukungan ke Prabowo-Gibran hanya berada di level 11,8 persen.
Lalu, di periode berikutnya 27 Oktober – 1 November 2023, dukungan itu menguat menjadi 19,1 persen. Dan terbaru, dukungan ke Prabowo-Gibran semakin kuat ke angka 20,6 persen.
Maka dari itu, Kennedy menegaskan, Prabowo-Gibran saat ini adalah satu-satunya capres-cawapres yang menjadi simbol keberlanjutan Presiden Jokowi.
Hal ini semakin jelas karena jika tingkat kepuasan publik kepada Presiden Jokowi tinggi maka akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Gibran.
“Dengan basis ceruk pemilih yang lebih lebar, dan approval tinggi Presiden Jokowi yang mencapai 76 persen, kini dukungan itu terus mengalir ke Prabowo-Gibran. Setelah sebelumnya Prabowo harus berbagi jalur dengan Ganjar,” tandasnya. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi