RADARMAGELANG.ID, JAKARTA - Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus meraih dukungan masif dari pendukung Ganjar maupun PDIP di Pilpres 2024.
Hal tersebut dikarenakan pendukung Ganjar dan PDIP kerap melakukan ‘serangan’ kepada Presiden Jokowi.
Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan menilai Prabowo-Gibran terus meraih keuntungan berlipat dari adanya fenomena serangan pendukung Ganjar dan PDIP kepada Presiden Jokowi.
Menurutnya hal itu justru semakin merugikan Ganjar dan PDIP.
“Sederhananya semakin Pak Jokowi diserang PDIP justru yang rugi adalah Pak Ganjar sendiri dan menguntungkan Prabowo-Gibran,” kata Yusak, dalam keterangannya, Jumat (8/12/2023).
Yusak juga melihat adanya celah keretakan di kubu PDIP semakin membuat elektabilitas Ganjar-Mahfud MD semakin merosot.
Ia juga menekankan, adanya ‘irama’ yang berbeda di kubu PDIP membuat dukungan kepada Ganjar tidak maksimal dan cenderung terbelah ke kubu Prabowo-Gibran.
“Jadi ada irama yang berbeda antara elit-elit di PDIP, meskipun perintah Ketua Umum kan tidak langsung menyerang, Bu Mega sendiri cukup keras kritikannya kepada Pak Jokowi. Jadi, secara umum PDIP lebih memainkan strategi menyerang dan faktanya itu merugikan elektabilitas Pak Ganjar dan semakin berkurang,” tutur Yusak.
Baca Juga: Baliho Raksasa Gaspoll Bro Prabowo-Gibran Memantik Dukungan Generasi Muda
Jika dilihat lebih dalam, dukungan para pemilih PDIP kepada Prabowo-Gibran terus meningkat.
Berdasarkan survei Polling Institute periode 15-17 November 2023, dukungan pemilih PDIP kepada Prabowo-Gibran terus menguat.
Pada Oktober 2023, dukungan pemilih PDIP kepada Prabowo-Gibran berada di angka 17,1 persen.
Lalu, tak butuh waktu lama, dukungan itu melesat sebanyak 10 persen ke angka 27,1 persen pada November 2023.
Oleh karena itu, Yusak menekankan, peluang PDIP untuk memenangkan Pilpres 2024 sangat besar.
Menurutnya, dukungan Presiden Jokowi kepada Prabowo-Gibran semakin memperjelas situasi saat ini bahwa PDIP dan Ganjar sudah semakin ditinggalkan.
“Tantangan PDIP untuk memenangkan Ganjar di Pilpres 2024 ini lebih kompleks daripada di saat PDIP memenangkan Pak Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Variabel utama yang membuat tantangan PDIP semakin kompleks adalah dukungan Jokowi yang pada akhirnya berlabuh ke Pak Prabowo,” tandasnya. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi