Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Perjalanan Pulang dari Kajoran Magelang ke Kepil Wonosobo, Ibu dan Anak Terseret Banjir di Jalan Menanjak

Sigit Rahmanto • Sabtu, 17 Mei 2025 - 04:47 WIB
Jalan Dusun Nepen, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, yang direndam banjir dengan arus yang kuat.
Jalan Dusun Nepen, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, yang direndam banjir dengan arus yang kuat.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Magelang, Jumat (16/5/2025) siang hingga sore menelan korban jiwa.

Dua orang tewas usai terseret banjir dan terperosok ke gorong-gorong di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. 

Korban ibu dan anak, yakni Darsini, 30, dan putrinya, Bunga Naura Azahra, 5,  warga Dusun Krajan RT 03 RW 01, Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Kejadiannya sekitar pukul 13.30.

Bermula saat Darsini mengendarai motor Yamaha Mio memboncengkan putrinya, Bunga Naura.

Saat itu, ia melaju dari arah Desa Sutopati hendak pulang ke Desa Pulosaren.

Sampai di jalan menanjak Dusun Nepen, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, jalan direndam banjir dengan arus yang kuat dari atas.

Korban nekat menerjang banjir tersebut.

Hal itu membuat sepeda motor korban semakin ke pinggir.

Karena tidak kuat menahan arus air di jalan menanjak itu, akhirnya motor jatuh bersamaan dengan korban.

Keduanya jatuh ke selokan di tepi jalan hingga terbawa arus.

Korban sempat ditolong pengendara yang lewat, tapi tidak kuat hingga korban terseret arus sejauh 100 meter.

Kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Kajoran 1.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono mengatakan, saat kejadian, korban dan anaknya dalam perjalanan pulang.

Namun karena jalannya menanjak dan kondisi saat itu banjir, motor Yamaha Mio yang dikendarai Darsini tidak kuat, dan malah terseret ke pinggir masuk selokan.

“Ketika melewati lokasi karena arus air yang kuat (banjir), sepeda motor semakin ke pinggir. Karena tidak kuat, akhirnya motor jatuh dan masuk ke selokan hingga terbawa arus,” jelasnya.

Kabag Ops Polresta Magelang Kompol Eko Mardiyanto menambahkan, informasi awal, kondisi di daerah tersebut memang hujan deras dan air menggenang ke jalan.

Baca Juga: Asih Widiyarti Berderai Air Mata Terima Santunan Rp 124 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

“Posisi jalan menanjak. Korban dari bawah. Sehingga diterjang arus banjir dari atas. Sempat ditolong warga, tapi nggak kuat, akhirnya terseret banjir sejauh 100 meter,” kata Eko.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga Darsini.  

Keluarga ini kehilangan dua orang sekaligus.

Darsini bersama putrinya, Bunga Naura, meninggal dunia setelah terseret arus luapan air di tanjakan Nepen, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran.

Menurut Kepala BPBD Wonosobo Dudi Wardoyo, keduanya baru pulang dari sebuah acara keluarga di Desa Sutopati sekitar pukul 15.00.

Namun nahas saat melintasi jalan di wilayah tersebut, sepeda motor yang ditumpangi bersama suami dan anaknya mogok akibat menerjang luapan air.

Versi berbeda diungkapkan.

Karena kondisi kendaraan mati, maka ibu dan anak ini turun berusaha berjalan kaki.

Namun saat mencoba berjalan, mereka justru ikut terseret arus air yang cukup deras.

Kemudian masuk selokan dan sempat menghilang di antara arus air. 

“Warga sempat melihat dan mencoba menolong, tapi arus sangat kuat. Saat ditemukan, keduanya sudah tak bernyawa,” tutur Dudi Wardoyo.

Kabar kematian ibu dan anak ini membuat keluarga yang di Desa Pulosaren terpukul. Apalagi Bunga dikenal sebagai anak ceria yang baru saja masuk TK.

“Karena jenazah sudah ditemukan, keluarga meminta agar jenazah ibu dan anak itu langsung dimakamkan berdampingan di TPU desa setempat,” tandasnya. (rfk/git/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kajoran #wonosobo #terseret banjir #banjir #ibu dan anak