Gara-gara Lirikan Mata, Santri di Tegalrejo Magelang Dipukuli

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:08 WIB
Aksi pemukulan terhadap santri di Tegalrejo terekam CCTV.
Aksi pemukulan terhadap santri di Tegalrejo terekam CCTV.  

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Seorang santri pondok pesantren di wilayah Tegalrejo, Kabupaten Magelang menjadi korban penganiayaan hanya karena dianggap menantang.

Tiga pelaku berhasil diamankan polisi tak lama setelah kejadian viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 20.30 di depan Kios Sembako Hasbuna 2 Jalan Tegalrejo-Candimulyo.

Kanit Binmas Polsek Tegalrejo Ipda Sutisna menjelaskan, begitu menerima laporan adanya tindakan kekerasan terhadap santri, pihaknya langsung meluncur ke TKP, mencari saksi, meminta keterangan korban, dan mengamankan pelaku.

Pelaku berjumlah tiga orang berinisial D, 28, warga Sidorejo, pemukul; LH, 20, warga Sidorejo, dan YI, 30, warga Mertoyudan.

Sedangkan korban berinisial F, 27, santri di salah satu ponpes wilayah Tegalrejo. 

“Korban mengalami luka memar dan lebam akibat pemukulan,” jelasnya. 

Sutisna menyampaikan, aksi pemukulan itu dipicu kesalahpahaman.

“Jadi, korban melirik, disangka menantang para pelaku,” katanya.

Saat ini, korban dan pelaku telah sepakat saling memaafkan karena salah paham.

Namun proses belum selesai. Mediasi lanjutan akan digelar bersama tokoh masyarakat, perwakilan pelaku dan korban, serta pengasuh pondok pesantren.

"Perwakilan pondok dan keluarga korban berencana menempuh jalur mediasi kekeluargaan," ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Pihak terduga pelaku juga menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya serta tidak mengonsumsi minuman beralkohol. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
lirikan mata dipukul santri aniaya Tegalrejo Magelang