RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan peran PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tapi ujung tombak pembangunan keluarga.
Mulai dari kesehatan, cegah stunting, hingga penguatan ekonomi dan perlindungan anak. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di GOR Gemilang, Kompleks Setda, Senin (12/10/2026).
Tahun ini mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045".
"Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan kader. Sinergi PKK dan ASN menjadi kunci ekosistem pemberdayaan," tegas Grengseng.
Menurutnya, pendidikan dan pemberdayaan perempuan menentukan kualitas generasi. Perempuan yang mendidik anak dan menanamkan karakter sejak dini.
Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Dian Grengseng Pamuji melaporkan, sepanjang 2026, PKK telah membina dan mengevaluasi 10 Program Pokok di 35 desa.
Hasilnya, enam desa ditetapkan sebagai binaan terbaik tingkat kabupaten.
Di sektor ekonomi, PKK menjalankan pendataan, bimtek, dan lomba UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) untuk mendorong UMKM berkelanjutan.
Bakti sosial juga digelar di Desa Ngepanrejo bersama OPD dan Baznas: bantuan pangan prasejahtera, pembangunan dua jamban komunal, pendampingan 24 anak stunting, edukasi PHBS, hingga pendataan minat pelatihan di ponpes. Program unggulan PKK Sahabat Anak juga digenjot: edukasi kesehatan, karakter, pola asuh, perlindungan anak, skrining kesehatan jiwa, edukasi mata dan gigi, serta sekolah aman tanpa bullying.
"HKG bukan seremonial, tapi momentum evaluasi dan memperkuat komitmen agar manfaat dirasakan langsung masyarakat," tegas Dian. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto