Sopir Rombongan Ibu-Ibu Dikeroyok di Deyangan Mertoyudan Magelang

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:29 WIB
Anggota Polresta Magelang saat mendatangi lokasi kejadian.  (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Anggota Polresta Magelang saat mendatangi lokasi kejadian.  (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Sopir Toyota Kijang Grand menjadi korban pengeroyokan sekelompok pengendara motor Honda CB di wilayah Klodran, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 20.10.

Sopir yang belum diketahui identitasnya tersebut diketahui baru saja mengantar rombongan ibu-ibu yang sebelumnya bersilaturahmi ke wilayah Ngrajek.

Peristiwa pengeroyokan terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dan diduga terlibat masalah dengan salah satu pengendara motor.

Kepala Dusun Klodran Yulianto. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala Dusun Klodran Yulianto. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

Kepala Dusun Klodran Yulianto menjelaskan, kejadian bermula saat mobil yang dikemudikan korban melintas di kawasan sebelum lampu merah.

Saat itu, terdapat seorang pengendara motor yang melintas dan memotong jalan di depan mobil. 

Sopir kemudian membanting setir ke kiri untuk menghindari kendaraan tersebut.

Namun, di sisi kiri ternyata terdapat beberapa pengendara lain yang masih satu rombongan dengan pemotor tersebut.

“Karena kaget, akhirnya sopir banting stir ke kiri. Tapi ternyata di sebelahnya ada motor yang masih temannya orang tadi. Terus di belakangnya pun juga ada. Satu grup CB ternyata,” jelas Yulianto saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di rumahnya, Senin (28/9/2026).

Sopir pun melanjutkan perjalanan.

Namun sampai di depan Toko Surya, mobil tersebut dipepet oleh dua kendaraan hingga diminta berhenti.

Setelah berhenti, sopir ditarik dan dipukul oleh sejumlah orang.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menyeberang jalan.

Namun ia kembali dikejar dan ditangkap di sekitar kios yang berada di seberang pintu masuk gapura Dusun Klodran.

Di lokasi tersebut, korban kembali dikeroyok dan diinjak-injak dalam keadaan sadar. Korban sempat berusaha melawan, tetapi tidak mampu menghadapi jumlah orang yang lebih banyak.

Yulianto mengatakan, jumlah orang yang terlibat dalam kejadian tersebut sekitar delapan orang.

Namun tidak semuanya ikut memukuli sopir tersebut.

Beberapa orang justru berusaha menahan dan melerai. 

“Informasinya, pemotor CB itu kurang lebih delapan orang. Tapi tidak semua ikut memukul. Malah ada yang mau mendamaikan,” ujarnya.

Saat kejadian berlangsung, kebetulan ada seorang anggota polisi bernama Puput lewat di jalan tersebut saat hendak menuju tempat kerja.

Tak ayal, sekelompok pelaku pun membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

Korban sempat meminta bantuan pengendara motor untuk mengatarkannya ke Polresta Magelang.  

Korban mengalami luka pada bagian tangan dan siku.

Sementara rombongan ibu-ibu yang berada di dalam mobil sempat ketakutan saat melihat sopir dikeroyok.

Setelah kejadian, korban tetap mengantarkan penumpangnya dengan pengawalan polisi.

Selanjutnya korban diarahkan untuk menjalani visum dan membuat laporan polisi. 

Yulianto mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut mengenai identitas orang-orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Belum, saya tanya di polsek belum ada. Masih dalam pencarian polisi” katanya. (mg7/mg8/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
Honda CB toyota kijang Mertoyudan Polresta Magelang pengeroyokan