Lokasi Pembangunan SMAN Sawangan di Pasar Sayur Ketep

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:57 WIB
Payur di Ketep, Sawangan yang akan menjadi lokasi SMAN negeri. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Payur di Ketep, Sawangan yang akan menjadi lokasi SMAN negeri. (DIAH ARDI SAPUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, hingga kini masih menunggu kepastian waktu pelaksanaan.

Lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut, saat ini masih digunakan sebagai pasar sayur dan beroperasi setiap pagi.

Tepatnya di Desa Ketep Kecamatan Sawangan, tidak jauh dari objek wisata Ketep Pass.

Diyat, salah satu warga setempat mengatakan bahwa informasi pembangunan SMA negeri sudah diketahui masyarakat sejak enam bulan terakhir.

Baca Juga: SMA Negeri Baru akan Dibangun di Sawangan Magelang, Targetnya  2027

Informasi tersebut awalnya disampaikan melalui kelurahan, kemudian diketahui oleh masyarakat sekitar.

“Awalnya itu dari kelurahan dulu, kemudian beberapa memang sudah ada yang tahu. Jadi ya sudah pada tahu kalau memang mau dibangun sekolah,” ujar Diyat.

Erna, salah satu warga di Desa Ketep mengatakan bahwa kabar pembangunan sekolah sebenarnya sudah terdengar sejak lama, tetapi hingga kini belum ada kepastian pelaksanannya.

Rencana tersebut telah diusulkan dan mendapatkan persetujuan, namun waktu pembangunan belum diketahui.

Lahan pasar yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekolah memiliki luas sekitar 7.000 m2.

Namun, hingga saat ini belum ada pembersihan lahan karena belum ada kepastian waktu pembangunan.

Pasar masih beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 10.00. Pasar tersebut bukan berupa bangunan permanen. Hanya bangunan dari seng dan bambu.

Tempat transaksi jual beli petani dengan tengkulak. 

Rencana pembangunan sekolah tersebut muncul karena Kecamatan Sawangan belum memiliki SMA negeri.

Kondisi tersebut membuat pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri harus ke Dukun atau Mungkid.

 Selain itu, sebagian pelajar Sawangan juga bersekolah ke Muntilan, Salam, hingga Magelang Kota.

“Kalau dari sini yang paling dekat di daerah Dukun. Di sana ada SMA negeri dan swasta, tapi belum tentu dan belum pasti juga bisa diterima,” ujar Diyat.

Menurutnya, jarak sekolah yang cukup jauh juga menjadi salah satu kendala bagi sebagian anak untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP.

Di wilayah pedesaan, beberapa anak memilih untuk bekerja sebagai petani. Namun, sebagian lainnya tetap melanjutkan pendidikan ke wilayah sekitar Magelang.

“Warga ada yang senang dan ada yang sedih dengan adanya sekolah baru di dekat sini. Yang senang karena anak-anak tidak perlu jauh sekolahnya. Namun bagi pedagang sayur bingung nanti berjualan di mana,” ujar Diyat. (mg9/mg1/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
pasar sayur sawangan sma negeri ketep