RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (Untidar) menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di Dusun Colok, Desa Tembalang, Kecamatan Candimulyo, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Eco-Value Community: Pengolahan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Kemandirian Warga” ini diikuti oleh belasan anggota Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Candimulyo.
Program pengabdian ini diketuai oleh Martiana Riawati Utami, S.E., M.Sc., bersama anggota tim dosen Dr. Siti Arifah, S.E., M.Si., dan Maulia Siti Mukharohmah, S.E., M.E., serta didukung oleh pendampingan dari mahasiswa Untidar.
Baca Juga: Untidar Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Penggerak Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif Mahasiswa
Bertempat di kediaman Aminah warga Dusun Colok, rangkaian acara dimulai usai ibadah salat Jumat pukul 13.00 WIB.
Acara diawali dengan pembukaan resmi, penjelasan konsep ekonomi sirkular, serta pengisian kuesioner awal oleh para peserta.
Memasuki sesi praktikum, para peserta diajak langsung mengolah limbah kain perca menjadi kerajinan tangan menarik dan bernilai guna tinggi,.
Seperti pouch (kantong penyimpanan multifungsi).
Untuk menunjang keterampilan warga, tim PKM Untidar memfasilitasi penuh sarana produksi.
Mulai dari mesin jahit, gunting, benang, hingga seluruh perlengkapan pendukung.
Para dosen dan mahasiswa Untidar tampak telaten mendampingi langsung para peserta saat mempraktikkan tiap tahapan pembuatan, mulai dari memotong pola hingga merangkai kain perca menjadi pouch.
Di sela-sela pendampingan, perwakilan tim mahasiswa Untidar menyampaikan penjelasan terkait besarnya potensi pemanfaatan sisa kain rumah tangga.
“Limbah kain perca biasanya sering kali terbuang begitu saja dan menumpuk jadi sampah di rumah. Lewat pelatihan ini, sisa kain ternyata bisa diolah kembali menjadi pouch yang bermanfaat, punya nilai estetika. Sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi ibu-ibu,” ujar perwakilan mahasiswa Untidar.
Kader Muslimat dan Fatayat NU tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatannya.
Didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa, para peserta sukses memproduksi pouch kreasi kain perca milik mereka sendiri.
Ketua Tim Pengabdian Untidar, Martiana Riawati Utami, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa program dari Fakultas Ekonomi ini berfokus pada pengubahan limbah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi (economic value).
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kain perca yang semula menjadi limbah dimanfaatkan kembali agar mampu mendorong keberdayaan dan kemandirian ekonomi.
Ia juga menekankan komitmen timnya untuk terus mendampingi warga secara konsisten di tahap-tahap berikutnya.
“Kegiatan pelatihan pengolahan limbah kain perca ini baru agenda awal kami. Program pengabdian ini akan terus berkelanjutan, di mana pada tahapan berikutnya kami akan kembali mendampingi warga dengan fokus pengolahan jenis limbah lainnya, seperti limbah botol plastik,” ungkap Martiana Riawati Utami.
Melalui sinergi antara akademisi Untidar dan kader Muslimat serta Fatayat NU Candimulyo, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) berbasis komunitas di wilayah setempat. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo