DPUPR Kabupaten Magelang Minimalkan Kecurangan Uji Lab Konstruksi dengan Sibeton

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:11 WIB
DPUPR Kabupaten Magelang meluncurkan Sibeton di sela sosialisasi, Kamis (24/9/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
DPUPR Kabupaten Magelang meluncurkan Sibeton di sela sosialisasi, Kamis (24/9/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang meluncurkan Sibeton atau Sistem Blind Test dan Elektronik Transparan untuk Optimalisasi Nilai Laporan Hasil Uji Laboratorium Konstruksi di Aula Kantor DPUPR Kabupaten Magelang, Kamis (24/9/2026).

Sistem yang digagas Kepala UPTD Jasa dan Peralatan Konstruksi Evi Yuliyanti itu menerapkan blind test untuk mencegah kecurangan.

Sibeton dirancang untuk membuat pengujian material konstruksi lebih objektif, transparan, sekaligus menutup celah potensi kecurangan.

Sehingga identitas pemilik sampel disamarkan dengan barcode, petugas laboratorium tidak tahu milik siapa sampel yang diuji.

Pj Sekda Kabupaten Magelang David Rudiyanto mengatakan, salah satu kunci Sibeton adalah penerapan sistem blind test.

Identitas pemilik sampel tidak diketahui petugas laboratorium, sehingga hasil pengujian diharapkan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

“Kalau tahu ini sampelnya si A, bisa diatur. Dengan sistem ini penguji tidak tahu ini punya siapa? Diharapkan hasilnya objektif sesuai sampel yang disampaikan ke laboratorium,” kata David.

Mekanisme pelayanan juga dibuat serba elektronik.

Pemohon melakukan pendaftaran secara daring, kemudian sampel diberi barcode sebelum masuk proses pengujian. Teknisi laboratorium tidak diperbolehkan berkomunikasi langsung dengan pemohon selama proses berlangsung.

Tak berhenti pada proses pengujian, laporan hasil uji juga diterbitkan secara elektronik menggunakan barcode. Kode tersebut dapat digunakan untuk mengecek keaslian laporan, sehingga dokumen hasil pengujian lebih sulit dipalsukan.

“Pembayarannya juga langsung masuk ke kas daerah. Kami tidak menerima pembayaran tunai,” ujar David. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Barcode inovasi konstruksi Pj Sekda Kota Magelang DPUPR Kabupaten Magelang