Penyerangan Guru di Kajoran Magelang oleh Orang Tak Dikenal, Rumah Korban Dijaga

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:02 WIB
Kondisi rumah korban penyerangan pria tak dikenal, Enjang Gelis Dyah Azizah, di Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Kamis (24/9/2026). (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Kondisi rumah korban penyerangan pria tak dikenal, Enjang Gelis Dyah Azizah, di Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Kamis (24/9/2026). (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/JAWAPOS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Kasus penyerangan guru perempuan muda oleh pria tak dikenal di Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang masih menjadi misteri.

Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki motif dan pelaku penyerangan tersebut. 

Korban Enjang Gelis Dyah Azizah, 29, diserang di depan kamar rumahnya. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul dan jari tangan patah.

Rabu (23/9/2026) siang lalu, korban yang dirawat di RSUD Tidar sudah diizinkan pulang. Meski demikian, korban masih dilakukan observasi lanjutan.

“Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah membaik, tapi masih trauma,” ujar Muhammad Soleh, kakak ipar korban saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di rumah korban, Kamis (24/9/2026). 

Kakak ipar korban, Muhammad Soleh. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Kakak ipar korban, Muhammad Soleh. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI/JAWAPOS RADAR MAGELANG)

Dikatakan, korban masih harus menjalani kontrol sepekan lagi.

Selain itu, dalam dua bulan ke depan akan menjalani operasi pengambilan pen di jari manisnya yang patah.

Adapun luka yang dialami korban meliputi luka di dua bagian kepala, mata lebam, luka di punggung belakang seperti bekas sabetan, serta jari manis patah.

Korban Enjang Gelis diketahui tinggal serumah dengan ayahnya yang menderita stroke.

Soleh mengatakan, kondisi ayah korban yang juga mertuanya turut terguncang usai mengetahui putrinya menjadi korban penyerangan.

Apalagi selama ini adik iparnya itu tidak pernah terlibat konflik dengan siapapun. 

Pascakejadian penyerangan itu, Soleh mengaku menemukan linggis di dekat kulkas.

“Saya sendiri tidak pernah memakai alat itu dan adik saya juga nggak pernah pegang alat itu,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, ia juga menemukan ada  bekas pembobolan di jendela bagian barat, jendela di depan teras sebelah kanan, jendela kamar, serta jendela dapur.

Ia mengaku, sudah sempat ngobrol dengan adik iparnya itu. Korban sempat menceritakan kronologi kejadian yang dialami Senin (21/9/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 tersebut.  

”Adik saya cerita, yo intine kan WA grup pemuda ada yang balas, terus dia terakhir balas di grup bilang ‘nggeh’.  Nah, saat adik saya lagi ngaca, ada gedor-gedor pintu kamar. Saat pintu dibuka, langsung dipukul dan pingsan,” ceritanya.

Soleh mengungkapkan, sebelum kejadian penyerangan itu, adik iparnya mengaku beberapa kali merasa ada yang mengawasi lewat jendela rumahnya.

Saat ini, rumah korban terus diawasi setiap malam.

Ada anggota keluarga yang datang untuk menjaga korban. 

Ketua RT setempat Sutrisno mengatakan, pascakejadian itu, setiap malam dilakukan ronda di sekitar lokasi.

“Setiap malam pemuda sini standby di lokasi, mulai tadi malam juga ada dari Kokam Kajoran ikut mengawal,” ujarnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kajoran  mengambil langkah tegas atas kasus penyerangan terhadap salah satu kadernya, Enjang Gelis Dyah Azizah.

Mereka mendesak agar kepolisian mengungkap kasus itu dengan seterang-terangnya. Enjang diketahui merupakan aktivis persyarikatan.

Ia pengajar dan memiliki jabatan di salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).  

“Kami meminta agar pelaku dapat ditangkap dalam kurun waktu 2 x 24 jam dan dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ketua PCM Kajoran Daryoto saat audiensi dengan Polsek Kajoran.

Kapolsek Kajoran AKP Lilik Purwaka berjanji akan menuntaskan penyelidikan kasus ini.

“Kami terus berupaya agar kasus ini terungkap secepatnya dan pelaku segera tertangkap. Kami juga dibantu Resmob Polresta Magelang,” tegasnya. (mg5/rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
penyerangan guru pria misterius Kajoran RSUD Tidar Kota Magelang Kabupaten Magelang