SMA Negeri Baru akan Dibangun di Sawangan Magelang, Targetnya  2027

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 23:55 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang memastikan akan dibangun SMA Negeri  baru di wilayah Kecamatan Sawangan. Rencananya, sekolah tersebut akan dibangun pada 2027 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono menyampaikan, penambahan SMA Negeri ini diharapkan menambah fasilitas layanan pendidikan menengah atas yang saat ini jumlahnya terbatas di Kecamatan Sawangan.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan SMA Negeri Sawangan merupakan hasil usulan dari Pemkab Magelang kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Bupati Magelang. Usulan tersebut telah terakomodasi dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Magelang yang diwakili Disdikbud dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah pada akhir Agustus 2026 lalu.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

"Sesuai kemarin pas PKS di Provinsi Jawa Tengah, dari provinsi menyampaikan pembangunannya akan dilaksanakan di tahun 2027. Untuk penerimaan siswa baru menunggu dari pemerintah provinsi, menunggu kesiapan gedung dan kantornya,” jelasnya.

Terkait lokasi, Disdikbud menyebut sekolah akan dibangun di lahan bekas terminal atau pasar sayur di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan. “Lokasinya di Desa Ketep, di bawah objek wisata yang dulu bekas untuk terminal atau pasar sayur. Tidak jauh dari objek wisata Ketep, turun lagi kurang lebih 500 sampai 700 meter,” terangnya.

Wisnu menuturkan, pembangunan SMA akan dilakukan bertahap hingga ditargetkan selesai pada 2029. Untuk tahap pertama, bakal dibangun ruang guru, musala, serta tiga ruang kelas X dengan kapasitas masing-masing 36 siswa. “Kami sudah menempuh studi kelayakan. Saat ini, tanahnya  sudah datar,” katanya.

Dia mengaku, perjanjian kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah belum memuat jurusan yang nantinya tersedia di sekolah tersebut. “Tapi, kami punya harapan SMA di sana tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga karakternya,” jelasnya.

Di Kecamatan Sawangan saat ini hanya ada dua SMA atau sederajat. Yakni, SMA Ma’arif Sawangan dan SMK Muhammadiyah Sawangan.

Ia menambahkan, hadirnya SMA Negeri di Sawangan kelak merupakan upaya perluasan akses layanan pendidikan berstatus negeri dan mendekatkan fasilitas pendidikan dengan anak-anak.

Pihak Disdikbud juga mengakui, hingga saat ini masih ada beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang yang belum memiliki bangunan SMA maupun SMK Negeri. Kondisi ini menjadi kendala bagi lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan, terutama dengan sistem zonasi.

“Betul, beberapa kecamatan memang belum mempunyai bangunan SMA Negeri maupun SMK Negeri. Contohnya di Kajoran belum ada SMA Negerinya, di Kaliangkrik juga belum. Di Kaliangkrik informasinya nanti juga akan ada Sekolah Rakyat. Kecamatan Pakis juga belum ada, terus di Kecamatan Secang juga belum ada SMA Negerinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, langkah yang bisa dilakukan Pemkab Magelang saat ini hanya sebatas mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi, mengingat kewenangan pengelolaan SMA/SMK berada di tingkat provinsi. “Kalau langkah dari kabupaten kita bisanya hanya mengusulkan. Harapannya dengan adanya SMA Negeri di setiap kecamatan pada saatnya nanti akan memudahkan akses anak-anak lulusan SMP sederajat untuk melanjutkan ke SMA," harapnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
jawa tengah sawangan sma negeri dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten magelang Kabupaten Magelang