RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Seorang guru perempuan berinisial EGA, 29, warga Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang diserang oleh pria tidak dikenal di rumahnya, Senin (21/9/2026) dini hari.
Akibat penyerangan tersebut, guru muda yang masih single ini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tidar Kota Magelang.
Korban mengalami luka di bagian kepala yang harus mendapatkan jahitan di bagian belakang dan depan, serta tangan mengalami lebam dan berdasarkan pemeriksaan rontgen disebut terdapat keretakan.
Kakak korban NDL, 32, menjelaskan, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 00.30.
Tiba-tiba pelaku menggedor-gedor pintu kamar korban.
Saat korban EGA membuka pintu kamar, langsung diserang oleh orang tidak dikenal tersebut.
“Jadi, saat itu di rumah hanya ada adik saya (korban) dan ayah yang mengalami sakit stroke tapi tidur di kamar lainnya,” jelas NDL saat dikonfirmasi.
Dikatakan NDL, sebelum kejadian itu, korban EGA sempat merasa curiga karena melihat pria yang beberapa kali terlihat berseliweran di sekitar rumah.
“Nah, sekitar pukul 00.00 atau 00.30 itu ada orang gedor-gedor pintu kamar adik saya, jadi pelaku langsung di depan pintu kamar,” ujarnya.
Saat pintu kamar dibuka, jelas NDL, korban langsung diserang menggunakan benda keras mengenai kepala dan tangan hingga korban pingsan berlumuran darah.
“Menurut keterangan adik saya, bentuk alatnya panjang. Tapi adik saya nggak tahu namanya, karena saat pintu kamar dibuka, langsung diserang hingga pingsan,” ungkapnya.
Saat korban sudah sadar, pelaku sudah tidak ada di TKP.
Korban lalu berusaha memastikan kondisi ayahnya. Setelah memastikan ayahnya tidak mengalami apa-apa, korban lalu minta tolong tetangga.
Dalam kondisi kepala penuh darah, korban dilarikan warga ke RSUD Tidar Magelang untuk mendapatkan penanganan medis.
Adapun ciri-ciri pelaku: laki-laki berkepala gundul (botak) dan berperawakan agak gemuk.
“Perawakannya nggak tinggi banget, ya nggak kecil banget, tapi agak gemuk,” jelas NDL.
Anehnya, lanjut NDL, tidak ada barang berharga yang hilang.
Laptop dan sejumlah telepon seluler di kamar korban masih ada
“Hanya HP pribadi milik adik saya yang rusak,” ungkap NDL.
NDL mengatakan, sehari-hari adiknya bekerja sebagai guru dan belum berkeluarga.
Pihak keluarga mengaku belum mengetahui adanya persoalan atau konflik yang mungkin berkaitan dengan penyerangan tersebut.
“Adik saya saat ditanya nggak punya musuh. Dia nggak pernah ke mana-mana, habis ngajar ya pulang,” katanya.
Meski demikian, pihak keluarga menduga kemungkinan penyerangan itu berkaitan dengan aktivitasnya sebagai pengajar.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
NDL menegaskan, keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya.
Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepasang sandal jepit merek New Era warna hitam yang diduga milik pelaku serta kerudung warna putih milik korban yang terdapat bercak darah.
Kapolsek Kajoran AKP Lilik Purwaka mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Petugas telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. Saat ini, kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pengamanan barang bukti, serta langkah penyelidikan lainnya untuk mengungkap kasus tersebut. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto