Jejak Stasiun Kereta Api di Payaman Magelang: Masih Ada Bekas Loket dan Ruang Tunggu, Kini Jadi Garasi dan Gudang

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 21:17 WIB
Bangunan depan Stasiun Payaman, Secang, Kabupaten Magelang yang dulu menjadi loket penjualan tiket KA. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI / JAWA POS RADAR MAGELANG)
Bangunan depan Stasiun Payaman, Secang, Kabupaten Magelang yang dulu menjadi loket penjualan tiket KA. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI / JAWA POS RADAR MAGELANG)

Stasiun kereta api pernah ada di Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Namun kini bangunan stasiun itu tak lagi menjadi tempat pemberhentian kereta api. Bangunan yang dulu ramai dengan aktivitas penumpang sekarang beralih fungsi menjadi garasi dan gudang sewaan.

DIAH ARDI SAPUTRI-YUSWANDA DAMASATYA, Magelang 

JEJAK jalur kereta api di Magelang masih tampak. Jalur KA ini beroperasi di Magelang sejak tahun 1900-an hingga 1976.

Widiya, 52, salah satu pengontrak bangunan bekas stasiun KA Payaman. Bangunan itu aset PT Kereta Api Indonesia. Ia meneruskan sewa yang dulu dipegang oleh ayahnya.

"Kami kontrak di sini sejak saya masih kecil, sekitar tahun 1980-an. Saya ini cuma meneruskan punya bapak saya. Dulu bapak yang kontrak dari PJKA (PT KAI)," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (22/9/2026).

Saat itu, bangunan stasiun digunakan sebagai gudang jeruk untuk usaha buah jeruk yang dikirim hingga ke luar pulau. Karena kapasitas stasiun tak cukup menampung kebutuhan usaha, keluarga Widiya membangun tambahan gudang di sebelah bangunan utama. Penambahan ini sudah mendapat izin dari pihak PT KAI. Kontrak tersebut masih disewa hingga sekarang, dan setiap tahun keluarganya tetap membayar kontrak.

Bekas toilet umum Stasiun Payaman, Secang, Kabupaten Magelang yang sekarang menjadi gudang. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI / JAWA POS RADAR MAGELANG)
Bekas toilet umum Stasiun Payaman, Secang, Kabupaten Magelang yang sekarang menjadi gudang. (YUSWANDA DAMASATYA ADZANI / JAWA POS RADAR MAGELANG)

Usaha jeruk yang dulu menjadi sumber penghidupan kini sudah tidak diteruskan. "Sebagai garasi saja, tidak ada yang meneruskan usaha jeruk. Anak-anak saya sudah pada bekerja, tinggal saya saja yang di rumah," tambahnya.

Bangunan pun beralih fungsi sepenuhnya menjadi garasi, setelah sebelumnya sempat direnovasi karena genteng-genteng lama sudah bocor. Meski begitu, bangunan utama stasiun tetap dipertahankan hanya ada tambahan bangunan garasi di bagian teras yang terbuat dari batu bata.

Nurhasim, 56, warga sekitar mengungkapkan, kondisi bangunan stasiun sebenarnya masih cukup utuh. "Bangunannya masih utuh, loket tiket, ruang tunggu, sama toilet yang terpisah itu juga masih ada," ujarnya.

Fasilitas-fasilitas lama itu menjadi jejak yang masih tersisa dari masa kejayaan stasiun ini sebagai simpul transportasi kereta di Magelang. Saat ini, tanah-tanah di sekitar lokasi stasiun, yang rata-rata berdiri di atas bekas jalur rel, juga banyak yang disewakan. Bangunan maupun lahan sekitar stasiun ini tercatat sudah disewakan sejak era 1980-an, menandai lebih dari empat dekade perubahan fungsi dari transportasi publik menjadi rumah warga. (*/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
stasiun payaman garasi Secang Kabupaten Magelang KERETA API pt kai