Tim PKM Universitas Tidar Perkuat Daya Saing UMKM Desa Balesari Windusari Magelang melalui Live TikTok

H. Arif Riyanto • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 18:12 WIB
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar berfoto di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar berfoto di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar melaksanakan kegiatan bertema “Penguatan Daya Saing UMKM Rumah Tangga Berbasis Live TikTok melalui Strategi Harga dan Storytelling Produk di Desa Balesari” pada Kamis (2/7/2026), bertempat di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM rumah tangga dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

Salah satu media yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Live TikTok, yang dinilai memiliki potensi untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan interaksi antara pelaku usaha dan konsumen.

Program PKM dilaksanakan oleh tim Universitas Tidar yang diketuai oleh Andhatu Achsa, S.E., M.M., dengan anggota Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si., Rebecca Cindy Sartika, S.E., M.E., Rian Destiningsih, S.E., M.Si, Bia Satwika Ningrum, dan Kusna Laili.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pendampingan mengenai konsep branding produk UMKM rumah tangga, storytelling produk untuk Live TikTok, strategi harga berbasis margin usaha, manajemen stok saat live selling, teknik komunikasi dan closing, serta simulasi dan evaluasi Live TikTok.

"Materi branding diberikan untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya membangun identitas produk yang mudah dikenali konsumen," kata Ketua Program PKM Universitas Tidar Andhatu Achsa, S.E., M.M.

Dijelaskan, branding yang baik dapat membantu UMKM menampilkan karakter dan keunggulan produk, sehingga memiliki pembeda di tengah persaingan pasar.

"Selain branding, peserta juga dibekali pemahaman mengenai storytelling produk sebagai salah satu teknik komunikasi pemasaran," tambahnya. 

Andhatu Achsa mengatakan, pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya menyampaikan spesifikasi produk, tetapi juga mampu menjelaskan cerita, keunggulan, proses pembuatan, manfaat, maupun nilai yang dimiliki produk kepada calon konsumen.

"Teknik ini dapat diterapkan ketika melakukan Live TikTok agar komunikasi terasa lebih menarik dan interaktif," ujarnya.

Ditambahkan, aspek penetapan harga juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pendampingan.

Peserta diberikan pemahaman mengenai penentuan harga yang mempertimbangkan biaya produksi dan margin usaha.

"Melalui perhitungan yang lebih terencana, pelaku UMKM diharapkan dapat menentukan harga jual yang tetap kompetitif tanpa mengabaikan keberlanjutan keuntungan usaha," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, pendampingan juga mencakup manajemen stok saat melakukan live selling.

Pengelolaan persediaan yang baik diperlukan agar jumlah produk yang ditawarkan sesuai dengan ketersediaan barang.

Hal ini menjadi penting ketika transaksi mulai meningkat karena kesalahan pencatatan stok dapat berdampak pada pelayanan kepada konsumen.

"Selain pengelolaan produk, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik komunikasi saat melakukan siaran langsung," ucapnya.

Adapun materi mencakup cara membuka sesi live, memperkenalkan produk, membangun interaksi dengan audiens, menjawab pertanyaan calon pembeli, menyampaikan penawaran, serta melakukan closing untuk mendorong terjadinya transaksi.
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan simulasi dan evaluasi Live TikTok. Melalui simulasi, peserta dapat mempraktikkan materi yang telah diperoleh secara langsung.

"Kegiatan praktik ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan peserta dalam melakukan live selling secara mandiri," tambahnya. 

Dikatakan, program pengabdian ini tidak hanya menekankan penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran, tetapi juga mengintegrasikan aspek branding, harga, pengelolaan stok, komunikasi pemasaran, dan keterampilan penjualan.

"Dengan pendekatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memanfaatkan pemasaran digital," harapnya.

Menurut Andhatu Achsa, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, Tim Universitas Tidar berharap pelaku UMKM rumah tangga di Desa Balesari semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pemasaran.

"Pemanfaatan Live TikTok diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pengenalan produk, memperkuat komunikasi dengan konsumen, serta mendukung peningkatan daya saing usaha," bebernya.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal melalui transfer pengetahuan dan pendampingan yang dapat diterapkan langsung dalam aktivitas usaha sehari-hari. (ima/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
UMKM pendampingan universitas tidar Pengabdian kepada masyarakat tiktok