Dua Warga Grabag Magelang Jadi Korban KM Virgo, Satu Selamat, Satu Masih Hilang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 01:02 WIB
Ngaeni Mutoharoh, istri Ahmad Bukhori, penumpang selamat KM Virgo Transport 8 saat menerima kedatangan perangkat Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (14/9/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Ngaeni Mutoharoh, istri Ahmad Bukhori, penumpang selamat KM Virgo Transport 8 saat menerima kedatangan perangkat Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Senin (14/9/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid –Dua warga Grabag, Kabupaten Magelang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di Perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00.

Kedua korban Ahmad Bukhori, 31, warga Dusun Ngancek, Desa Kalikuto, dan Nur Hisyam, 34, warga Dusun Bongso, Desa Kalikuto. Informasi yang diterima keluarga, Ahmad Bukhori sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan Nur Hisyam masih dalam pencarian.

Ngaeni Mutoharoh, 29, istri Ahmad Bukhori mengungkapkan rasa syukurnya usai mendapatkan kabar kalau suami berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah seneng, Mas Ahmad berhasil ditemukan. Minggu (13/9/2026) sore kemarin, saya sudah ditelepon Mas Ahmad pakai HP relawan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di rumahnya, Senin (14/9/2026).

Saat ditelepon itu, Eni--sapaan akrabnya-- menjelaskan, kalau kondisi sang suami baik-baik saja. Tapi, suami sempat cerita dan sedih karena temannya yang jadi kernetnya, Nur Hisyam, masih belum ditemukan.

Eni menceritakan, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 10.00, suami berangkat mengemudikan truk dari rumah. Ia lebih dulu menuju ke Salaman untuk mengambil bibit tanaman. "Bermalam di situ (Salaman). Berangkat ke pelabuhan Jumat malam (11/9/2026), terus hari Sabtu (12/9/2026) naik kapal," terang Eni.

"Terus jam 3 sudah nggak aktif, kan di kapal itu nggak ada sinyal. Sudah nggak aktif, terus sampai Minggu (13/9/2026) kemarin. Hari Minggu itu jam 10.00 saya dikabari juragannya kalau kapalnya tenggelam. Langsung shock," sambungnya.


Ia mengatakan, sebelum kejadian, pada Sabtu (12/9/2026) sempat video call (VC) dengan suaminya. Saat itu, hanya ngobrol biasa saja.

"Bawa kaligrafi dari kuningan. Sabtu (telepon). Habis VC-nan. Itu kan baru itu sorenya jam 3 tak WA sudah nggak aktif, sudah jalan kapalnya, kan mati nggak ada sinyal," imbuhnya.


Eni menambahkan, suaminya berangkat temannya gonta-ganti. Namun saat berangkat Kamis (10/9/2026) bersama Hisyam, warga Dusun Bongso.

Ia berharap, suaminya bisa segera kembali berkumpul dengan keluarganya. "Ya semoga sampai rumah, selamat," harapnya.

Kakak ipar Nur Hisyam, Husni Hidayat, 42, mengungkapkan, adiknya menjadi kernet truk bermuatan kaligrafi dan bibit tanaman pada Jumat (11/9/2026) lalu.

Truk disopiri Ahmad Bukhori.

"Ke pelabuhannya, saya nggak tahu. Wong istilahnya jarang ketemu saya sama adik saya itu. Wong punya pekerjaan sendiri-sendiri," kata Kusni saat ditemui di Dusun Ngencek, Desa Kalikuto.

"Kalau informasi yang saya terima kok bawa bibit sama kuningan. Kalau nggak salah itu dari Tempuran mau ke Banjarmasin. Ke Surabaya nyebrang," lanjutnya.

Kusni melanjutkan, dia menerima telepon dari tetangganya yang memberitahukan kalau KM Virgo Transport 8 yang ditumpangi adik iparnya tenggelam. Ia berharap Nur Hisyam ditemukan dalam kondisi selamat.

"Cuma itu tok (dikabari kapal tenggelam). Ini baru nunggu kabar. Nggih, berharap selamat. Ketemu, selamat, sehat, jelas itu. Ya memang dia profesinya memang di truk," bebernya.

Seperti diberitakan, insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Dalam pelayaran itu, KM Virgo memuat 243 orang penumpang, terdiri atas awak kapal, kru, dan penumpang. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
kapal virgo kapal tenggelam grabag kalimantan laut jawa