RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Pemkab Magelang menggenjot program 3 juta rumah di Kabupaten Magelang. Salah satunya dengan memberikan kemudahan ke masyarakat, khususnya akses informasi melalui platform digital Mapan Omahe.
Dalam setahun, sedikitnya 300 sampai 400 rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berhasil dibangun. Angka itu belum termasuk perumahan non-subsidi dan klaster lainnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Magelang Gunawan Yudi Nugroho menjelaskan, hunian ini tidak semata-mata berorientasi pada jumlah rumah yang terbangun.
Melainkan, perlu diperhatikan juga aspek kelayakan, kesehatan, keamanan, serta kepastian legalitas.
“Kalau kita bicara perumahan, quality assurance harus terjamin. Rumah yang dihuni masyarakat harus layak, sehat, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan perumahan juga harus memperhatikan berbagai ketentuan, terutama terkait kesesuaian lokasi dengan tata ruang.
Pengembangan kawasan perumahan tidak boleh dilakukan pada lahan yang tidak sesuai peruntukan maupun kawasan yang dilindungi, termasuk lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Selain aspek legalitas dan lokasi, keberadaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) juga menjadi perhatian.
Kawasan perumahan, lanjut Gunawan, idealnya tidak hanya menyediakan bangunan rumah, tetapi juga lingkungan yang mendukung kualitas kehidupan masyarakat.
"Jangan sampai membangun rumah hanya mengejar bangunan fisiknya. Sirkulasi udara, lingkungan, tempat bermain anak, fasilitas sosial dan fasilitas umum juga harus diperhatikan karena semuanya berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan warga," jelasnya.
Kepala Bidang Perumahan pada DPRKP Kabupaten Magelang Fakhrudin Martanto menjelaskan, melalui Mapan Omahe ini pihaknya ingin mempermudah masyarakat dalam mencari rumah.
Dalam website tersebut, pihaknya mencoba menghadirkan dan menampilkan peta.
Selain itu, masyarakat dapat mengetahui nama perumahan, pengembang, legalitas, fasilitas PSU, tipe rumah, lokasi, hingga jumlah unit rumah yang masih tersedia.
“Informasi ini diharapkan membantu masyarakat memilih rumah sesuai kebutuhan sekaligus terhindar dari perumahan ilegal dan penipuan,” harapnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto