Warga Desa Banyubiru Dukun Magelang Gelar Budaya, Ada Ogoh-Ogoh hingga Mak Lampir 

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:53 WIB
Sejumlah anak muda mengusung ogoh-ogoh untuk memeriahkan acara Gelar Budaya Desa Banyubiru di Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Sejumlah anak muda mengusung ogoh-ogoh untuk memeriahkan acara Gelar Budaya Desa Banyubiru di Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Suasana meriah membalut gelar budaya di Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Sabtu (5/9/2026).

Pesta rakyat yang dipusatkan di Lapangan Garonan itu tidak hanya menjadi panggung hiburan, namun juga ajang unjuk kreativitas warga.

Sejak pagi, Jalan Raya Talun (Banyubiru) sudah dipenuhi arak-arakan warga yang membawa berbagai macam gunungan.

Mulai dari gunungan tumpeng, hasil bumi seperti sayur dan buah-buahan segar, hingga gunungan produk UMKM dari tiap dusun. 

Gunungan tersebut menjadi simbol kebangkitan ekonomi warga sekaligus memperluas promosi.

Tidak kalah menyita perhatian, para peserta tampil totalitas dengan aneka kostum unik.

Mulai dari pakaian adat, kostum kesenian, hingga seni rias karakter yang menggelitik seperti berdandan ala Nenek Lampir. 

Mereka merias wajah dengan warna hijau, memakai rambut palsu yang dibuat dari tali rafia, berkostum serbahitam, dan membawa tongkat “sakti”.

Penampilan peserta tersebut diadopsi dari serial televisi Misteri Gunung Merapi.

Sejumlah emak-emak berdandan Mak Lampir untuk memeriahkan acara Gelar Budaya Desa Banyubiru di Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Sejumlah emak-emak berdandan Mak Lampir untuk memeriahkan acara Gelar Budaya Desa Banyubiru di Kabupaten Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Peserta lainnya juga menampilkan ogoh-ogoh raja serigala dan banteng.

Sejumlah anak muda tampak penuh tenaga memanggul dan menggoyang-goyangkan boneka raksasa itu untuk menghidupkan suasana festival.

Pantauan Jawa Pos Radar Magelang, setiap dusun tidak hanya menampilkan kreativitas dalam seni dan budaya, namun juga mencerminkan pilar ketuhanan dan kegotongroyongan.

Dan ketika rombongan pawai sampai ke Lapangan Gorongan, dilakukan prosesi penyerahan hasil bumi dan tumpeng kepada Kepala Desa Banyubiru Wintoro.

Salah satu penonton Rahmawan mengaku, gelar budaya ini menjadi acara kebanggaan warga.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas warga, tapi juga untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Peserta Yunus mengungkapkan, acara ini sukses menambah rasa toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, serta menambah kekompakan warga dalam mengangkat potensi dusun. 

“Yang pasti dengan acara seperti ini, kita menghidupkan semangat gotong royong yang telah menjadi identitas masyarakat Indonesia. Semua warga berdiskusi, merancang penampilan yang akan dipersembahkan,” ungkapnya. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
pesat rakyat mak lampir ogoh-ogoh gelar budaya