RADARMAGELANG.ID, Mungkid —Warga Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang menggelar Festival Budaya sekaligus Kirab Gunungan Hasil Pertanian dan Perikanan, Minggu (30/8/2026).
Acara ini merupakan kelanjutan dari agenda Merti Desa hari pertama pada 29 Agustus 2026 berupa Rawat Ruwat yang dilaksanakan di Sumber Mata Air Tuk Sudah, sumber mata air utama milik desa.
"Kita ingin mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT di mana kami sebagai masyarakat Desa Ngrajek diberikan sumber kehidupan berupa mata air," ujar Kepala Desa Ngrajek Muhammad Riqzi Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurutnya, keberadaan mata air membuat warganya tidak pernah kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian dan perikanan.
Ribuan warga mengikuti kirab gunungan yang diikuti oleh enam dusun di Desa Ngrajek. Setiap dusun diwajibkan membuat dua gunungan. “Yang pertama gunungan hasil pertanian berupa palawija dan lainnya. Kedua, gunungan ikan," jelasnya.
Gunungan ikan mencerminkan identitas Desa Ngrajek sebagai sentra perikanan. Hampir 60 persen warga bekerja sebagai petani ikan. Di desa ini juga berdiri Balai Benih Ikan terbesar di Jawa Tengah.
Kirab gunungan menempuh rute sekitar 1 km dengan finish di kawasan Lepen Sumong yang menjadi sentra UMKM desa setempat. Total ada 13 gunungan yang diarak. Usai dikirab, seluruh gunungan jadi rebutan warga. Juga disedekahkan kepada warga desa sekitar.
“Merti Desa Ngrajek tahun ini menjadi ajang mempererat kebersamaan antardusun sekaligus mempromosikan potensi pertanian dan perikanan desa kepada masyarakat luas,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto