Borobudur Moon Edisi Ulambana, Padukan Budaya dan Religi di Bawah Langit Bulan Purnama

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Panggung Borobudur Moon kembali hidup Sabtu malam (29/8/2026) dengan edisi khusus Ulambana, pertunjukan seni ini digelar tepat di pelataran Candi Borobudur. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Panggung Borobudur Moon kembali hidup Sabtu malam (29/8/2026) dengan edisi khusus Ulambana, pertunjukan seni ini digelar tepat di pelataran Candi Borobudur. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Panggung Borobudur Moon kembali hidup Sabtu malam (29/8/2026).

Kali ini, dengan edisi khusus Ulambana, pertunjukan seni yang digelar tepat di pelataran Candi Borobudur berpadu dengan nilai keagamaan dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI).

Di bawah sorot lampu dan siluet Candi Borobudur, sekitar dua jam pertunjukan menyuguhkan tari dan musik daerah.

Tiga kelompok seni tampi, yakni Sanggar Kinara Kinari, Sendratari Boyong Dewi Sri dari Sanggar Langen Krido Santoso, dan Dwija Langen Beksa, paguyuban guru tari se-Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Nia Berliani mengatakan, Borobudur Moon edisi Ulambana merupakan hasil kolaborasi Pemkab Magelang dengan MUNI yang tengah menggelar rangkaian Ulambana.

“Ini bukan hanya bagian dari rangkaian peribadatan, tapi juga ruang bagi seniman Magelang untuk berekspresi di hadapan masyarakat dan wisatawan,” kata Nia.

Penampilan Dwija Langen Beksa bahkan membuat pengunjung ikut berdiri dan menari mengikuti irama.

Suasana makin hidup ketika malam Borobudur yang sejuk bertemu gemuruh tepuk tangan. 

“Borobudur Moon akan konsisten menjadi panggung dan ruang berekspresi bagi seniman tari di Kabupaten Magelang,” tegas Nia.

Salah satu pengunjung asal Batam Setya Budi mengaku tak menyangka kedatangannya bertepatan dengan pertunjukan. 

“Saya tidak menyangka bisa menikmati pemandangan malam dengan panggung megah berlatar Candi Borobudur. Tariannya memukau dan keren sekali,” ujarnya.

Bagi Pemkab Magelang, Borobudur Moon edisi Ulambana menjadi bukti bahwa wisata, budaya dan nilai spiritual bisa berjalan beriringan.

Ke depan, panggung ini akan terus dibuka untuk pelaku seni lokal sebagai daya tarik wisata malam di kawasan Borobudur. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Borobduur Moon Sanggar Kenara Kinari candi borobudur ulambana sendratari