Ruwat Rawat Menoreh Kabupaten Magelang Dimeriahkan Kirab Ogoh-ogoh dan Rebutan Gunungan Hasil Bumi 

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:38 WIB
Kirab ogoh-ogoh meriahkan Tradisi Ruwat Rawat Menoreh di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu (23/8/2026). (SILFIA AMANDA PUTRI/JAWAPOS RADAR MAGELANG:)
Kirab ogoh-ogoh meriahkan Tradisi Ruwat Rawat Menoreh di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu (23/8/2026). (SILFIA AMANDA PUTRI/JAWAPOS RADAR MAGELANG:)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid Tradisi Ruwat Rawat Menoreh kembali digelar di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu (23/8)/2026.

Acara berlangsung meriah dengan ditandai pelepasan burung endemik kawasan Perbukitan Menoreh serta rebutan gunungan hasil bumi dan pawai ogoh-ogoh.

Kegiatan Ruwat Rawat Menoreh ke-6 ini digelar dengan mengusung tema konservasi air. Tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan, tetapi dengan harapan akan tercukupinya kebutuhan air di kawasan lereng Menoreh setiap tahunnya, meskipun dihadapkan dengan musim kemarau panjang.

Kepala Desa Ngargoretno Dodik Suseno menjelaskan, kegiatan ini diadakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (21-23/8/2026) diikuti 10 kelompok dari total enam dusun. “Di sini ada enam dusun. Tapi ada satu dusun yang ikut dua kelompok. Total sebanyak 10 kelompok yang mengikuti kegiatan ini,” jelas Dodik Suseno kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (23/8/2026).

Acara diawali dengan syukuran, pertunjukan wayang,  serta kirab gunungan sebagai puncak acara. Kirab gunungan berisi hasil panen petani Desa Ngargoretno yang diarak dan diperebutkan warga.  Acara semakin meriah dengan karnaval dengan kostum unik serta pawai ogoh-ogoh.

"Untuk acaranya (Jumat malam) mujadah, kita doa bersama untuk keselamatan, dilanjutkan pentas kesenian lokal. Lalu Sabtu (22/8) siang masih pentas kesenian lokal  dilanjutkan pertunjukkan wayang kulit," bebernya.

Dodik berharap, dengan acara ini kawasan lereng Menoreh, khususnya Desa Ngargoretno semakin dikenal masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, serta kearifan lokal.  Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga dan merawat kawasan Menoreh tetap lestari. “Harapannya muncul kesadaran masyarakat untuk menanam dan menghijaukan kembali kawasan lereng Menoreh” ungkap Soim Setam, salah satu pegiat lingkungan hidup di lereng Menoreh. (mg6/mg9/aro)

 





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
Rawat Menoreh ogoh-ogoh wayang kulit gunungan hasil bumi doa bersama