TPSA Banyuurip Tegalrejo Magelang Tinggal Berumur Dua Tahun, Akan Ditutup dan Dipindahkan

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Sampah menggunung di TPSA Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. TPSA ini diperkirakan hanya mampu menampung sampah sampai dua tahun lagi, Jumat (21/8/2026) (SILFIA AMANDA PUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG) 
Sampah menggunung di TPSA Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. TPSA ini diperkirakan hanya mampu menampung sampah sampai dua tahun lagi, Jumat (21/8/2026) (SILFIA AMANDA PUTRI/JAWA POS RADAR MAGELANG) 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mengalami overload sampah. Setiap harinya, TPSA menerima 76 ton sampah dari Kota Magelang dan daerah-daerah penyangga sekitarnya. Sampah-sampah tersebut tidak dibiarkan begitu saja, namun TPSA Banyuurip tetap berusaha mengatasi adanya overload sampah ini.

Kondisi overload tersebut sudah terjadi sejak 2020. Diperkirakan TPSA ini hanya mampu menampung sampah sampai dua tahun lagi. Rencananya, TPSA Banyuurip akan ditutup dan dialihkan ke TPST Regional di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

Kepala UPT TPSA Banyuurip Primadani Laksana mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan tahapan penutupan dan memikirkan dampak bagi masyarakat.

“Kami sudah merencanakan untuk penutupan TPSA. Tentunya penutupan itu harus melalui kajian-kajian bagaimana pengelola sampah ditutup, pra penutupan, pelaksanaan penutupan seperti apa, dan pasca penutupan seperti apa? Nah, kami akan melakukan kajian-kajian itu. Semua tahapan itu sudah kami persiapkan sih sebenarnya, termasuk bagaimana masyarakatnya nanti setelah tidak memulung di sini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (21/8/2026).

Selama dua tahun ke depan sebelum penutupan, TPSA Banyuurip melakukan beberapa upaya konkrit agar masih dapat menampung sampah dari Kota dan Kabupaten Magelang, dengan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat. “Kami harus memaksimalkan segala upaya yang ada di TPSA ini untuk bisa berfungsi, kami treatment supaya masih bisa menampung,”katanya.

Upaya tersebut, di antaranya pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pengurangan sampah melalui aktivitas pemulung, dan pemadatan untuk menekan volume timbunan sampah. “Selain itu, pemilahan sampah dari hulu juga dilakukan agar volume sampah yang masuk ke TPSA Banyuurip dapat berkurang,” tambahnya.

Primadani berharap agar TPST regional segera dioperasikan sehingga dapat menampung permasalahan sampah dari kota dan kabupaten. “Kami berharap itu menjadi solusi untuk permasalahan sampah yang ada di Kota dan Kabupaten Magelang. Dalam pembahasan-pembahasan sudah mengerucut untuk segera dioperasionalkan,” katanya. (mg7/mg6/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
overload sampah TPSA Tegalrejo Banyuurip