RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Di tengah kemeriahan Parade Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rabu (19/8/2026) pagi tadi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak masyarakat mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Grengseng mengatakan, perayaan kemerdekaan tetap berlangsung dengan penuh kegembiraan, namun tidak melupakan empati terhadap sesama anak bangsa.
“Kita boleh tetap mengadakan Parade Budaya. Tetapi hari ini juga kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana gempa,” katanya.
Dikatakan, Parade Budaya yang digelar di tanah yang menaungi Borobudur dan wilayah kaki-kaki gunung, Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan. Tapi inilah cara hidup. “Inilah yang menjadikan kita sebagai Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, keragaman budaya, kesenian, ras, suku, dan agama yang ditampilkan dalam parade adalah cerminan jati diri bangsa.
Parade Budaya ini, menurutnya, tidak hanya untuk menguatkan keindonesiaan, tetapi juga rasa kemanusiaan sebagai bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiyuono mengatakan, Parade Budaya ini bukan sekedar arak-arakan, melainkan upaya nguri-uri budaya daerah.
Event yang mengusung tema Nguri-Nguri Budaya Tumuju Mandirining Wargane ini melewati rute sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Sawitan, Mungkid.
“Pesertanya 21 kelompok seni atau kelompok karya kreatif dari kecamatan. Ditambah 28 perwakilan dari OPD, BUMN, BUMD, dan partisipasi masyarakat,” ujar Wisnu.
Penampilan istimewa disuguhkan Soreng Warga Setuju dari Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, yang pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI lalu tampil di Istana Merdeka.
Selain itu, juga Sanggar Mahesa Jayantaka yang membawakan tari Prajurit Ratu Sima.
Priyo Nugroho, pelatih tari mengatakan, motivasi mengikuti kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi anak muda sebagai ajang unjuk gigi.
“Karena ada kemeriahan HUT RI, nasionalisme dan salah satunya memberikan ruang untuk anak-anak muda. Kebetulan juga kami disuruh untuk ikut Parade Budaya mewakili Sekwan, itu satu kehormatan sekali bagi kami, salah satunya adalah ajang unjuk gigi” ujar Priyo.
Rina Nafisa Azzaahra, salah satu penari Prajurit Ratu Sima merasa senang dan ingin mengikuti kegiatan ini lagi.
“Senang, pengin ikut lagi,” kata Rina.
Vina, warga Borobudur mengaku bangga banyak kebudayaan dari Kabupaten Magelang yang ditampilkan.
“Saya jadi tahu berbagai macam budaya di daerah sini,” ujarnya. (rfk/mg7/mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto