RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Hasil laboratorium dari sampel menu Makan Begizi Gratis (MBG) dan sisa muntahan korban keracunan masal siswa SMP Negeri 3 Candimulyo telah keluar, Rabu (19/8/2026) siang.
Hasilnya, sampel makanan dan sisa muntahan siswa positif mengandung bakteri staphylococcus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dr Lies Pramudiyanti menyampaikan, dari hasil laboratorium ditemukan adanya bakteri Staphylococcus aureus dan bacillus cereus pada sampel makanan MBG yang telah meracuni para siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang.
“Hasil laboratorium kini diserahkan ke dokter yang merawat pasien untuk ditindaklanjuti apakah pengobatannya yang kemarin sudah cukup atau dipantau perkembangannya seperti apa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Dikatakan, bakteri tersebut terdeteksi pada muntahan pasien serta pada sampel makanan berupa anggur dan tempe. “Bakteri ini jika terkonsumsi pada tubuh bisa menyebabkan demam hingga memicu mual, muntah hebat, serta diare,” katanya.
Dinas Kesehatan memastikan kasus ini belum selesai. Penyelidikan epidemiologi masih berlanjut bersamaan dengan pembinaan dan pengawasan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
“Kami tetap melanjutkan penyelidikan epidemiologi dan mengeluarkan langkah-langkah untuk evaluasi Bersama. Harapannya, kasus ini tidak terjadi kembali,” ujarnya.
Hingga saat ini Dinas Kesehatan masih mengumpulkan data lanjutan dari hasil penyelidikan epidemiologi dan evaluasi di lapangan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Pembinaan, pengawasan, dan evaluasi ke semua SPPG supaya ini menjadi pembelajaran kita, dan hasil penyelidikan epidemiologinya tetap dilanjutkan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 26 siswa SMPN 3 Candimulyo dilaporkan mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Jumat (7/8/2026). Para siswa tersebut dilarikan menuju RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.
Kemudian puluhan siswa tersebut setelah mendapatkan perawatan malamnya telah diperbolehkan pulang. Namun demikian, dari 26 siswa tersebut, sembilan di antaranya kembali dilarikan menuju RSUD Merah Putih, Selasa (11/8/2026).
Sembilan siswa tersebut menjalani rawat inap. Pada Rabu (12/8/2026), ada dua siswa yang telah diperbolehkan pulang. Sedangkan tujuh siswa lainnya baru pulang dari rumah sakit pada, Jumat (14/8/2026).
Buntut dari dugaan keracunan ini, SPPG Giyanti yang berada di Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo dilakukan suspend atau berhenti operasional sementara.(rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto