Upacara HUT Kemerdekaan di Atas Getek Sungai Progo Borobudur, Magelang Dihibur Warok Anak-Anak

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 23:40 WIB
Pengibaran bendera Merah Putih di atas getek yang berlokasi di tengah Sungai Progo, Dusun Gleyoran, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (17/8/2026). (JIHAN ZALFATUL NUR’AINI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pengibaran bendera Merah Putih di atas getek yang berlokasi di tengah Sungai Progo, Dusun Gleyoran, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (17/8/2026). (JIHAN ZALFATUL NUR’AINI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MungkidWisata Getek Balong kembali menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di tengah Sungai Progo, Dusun Gleyoran, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (17/8/2026).

Kegiatan bertajuk Pitulasan atau Pitulungan Lan Kawelasan ini berlangsung dengan cara yang unik dan berbeda.

Pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini dilakukan di atas getek (rakit bambu) di tengah Sungai Progo. Petugas pengibar bendera terdiri atas anggota ibu-ibu Dusun Gleyoran, yakni Uswatun pembawa bendera, Asniah penggerek bendera, dan Arum pembentang bendera.

Sebelum bendera dikibarkan, para petugas menaiki getek yang didampingi oleh siswa MI Ma’arif Sambeng menuju tengah Sungai Progo sebagai titik pengibaran bendera. Di tengah sungai tersebut, telah disipakan getek yang dilengkapi tiang bendera dari bambu.

Panitia acara Siti Nur Hidayah mengatakan, upacara di atas getek ini dilakukan untuk melestarikan getek dan memanfaatkan sungai sebagai wisata dan edukasi. “Lebih pengin memperkenalkan budaya. Di sini ikonnya getek. Mungkin kalau getek sudah mulai hilang kita pengin melestarikan. Terkait sungai, mungkin orang tahu hanya dipakai untuk buang sampah, ternyata bisa kita kelola buat wisata  edukasi” ujarnya.

Dikatakan, upacara kali ini adalah tahun keempat. Hal yang membedakan pada tahun ini terdapat kesenian warok yang ditampilkan oleh anak-anak. “Kenapa kita mengajak anak-anak? Karena untuk melestarikan, selain alam juga budaya” ujar Dayah, sapaan akrabnya.

Pelatih warok Alex Kurniawan mengatakan, memilih anak-anak supaya lebih pintar dan berbeda dengan kesenian pada umumnya. “Dewasa dan orang tua itu sudah hal biasa. Nah ini kita mengajukan anak-anak biar ke depannya lebih pintar, agar anak-anak sekarang bisa jadi seniman” ujar Alex.

Selain upacara pengibaran bendera, terdapat juga acara bersih-bersih sungai, tebar benih ikan, trip getek, menanam rumput vetiver di tepi sungai, dan panjat pinang.

Danis, siswa kelas 6 MI Ma’arif Sambeng mengaku kali pertama menari di atas getek. Sebelumnya, ia tidak pernah aktif di sanggar tari. "Baru pertama kali," kata Danis pendek.

Ia juga mengaku, persiapan sebelum tampil tak sampai sebulan. “Latihannya tiap pulang ngaji. Sebulan nggak ada,” akunya.

Meski menari di atas getek, Danis mengaku tidak takut jatuh. “Sudah biasa main di sini,” ujarnya. (mg7/mg2/rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Getek Balong Sambeng hut kemerdekaan ri borobudur bendera merah putih