Tawa dan Semangat Warnai Perayaan HUT RI di Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:21 WIB
Keseruan lomba makeup di momen menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Yayasan Nisrina Putri Bunda, Rabu (12/8/2026) pagi.
Keseruan lomba makeup di momen menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Yayasan Nisrina Putri Bunda, Rabu (12/8/2026) pagi.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Suasana penuh tawa dan semangat mewarnai peringatan HUT RI ke-81 di Yayasan Nisrina Putri Bunda.

Anak-anak disabilitas antusias mengikuti rangkaian lomba 17 Agustus bersama orang tua mereka.

Saat Jawa Pos Radar Magelang tiba di lokasi acara pada Rabu (12/8/2026) pagi, tampak suasana hangat dan penuh kegembiraan terlihat.

Yayasan yang berada di Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang ini menggelar sejumlah lomba 17 Agustus yang diikuti oleh para siswa dan orang tua.

Sebanyak 17 anak disabilitas bersama orang tua mereka mengikuti serangkaian perlombaan.

Meski memiliki keterbatasan, antusiasme mereka tak kalah dari anak-anak lain.

Lomba lari kelereng, estafet bendera, makan kerupuk, joget balon berpasangan, hingga lomba merias wajah dengan mata tertutup menjadi agenda utama.

Bahkan, saat lomba make up, gelak tawa orang tua pecah saat membuka penutup mata dan melihat hasil riasan di wajah anaknya.

Ada alis yang melenceng jauh.

Ada lipstik yang belepotan.

Itulah potret paling meriah dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Lomba make up orang tua dan anak disebut paling ditunggu.

Orang tua diberi aba-aba merias anaknya hanya dengan rabaan: bedak dulu, lalu pensil alis, terakhir lipstik.

Semua dilakukan dalam kondisi mata tertutup.

“Hasilnya kocak sekali. Ada yang menggoreskan pensil alisnya melebar, ada yang mengoleskan lipstik tidak pada tempatnya. Pas dibuka penutupnya, langsung ketawa semua," kata Ketua Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda, Dewi Purwani.

Menurut Dewi, kegiatan ini sengaja dibuat sederhana agar anak-anak memahami makna 17 Agustus.

“Lomba-lomba ini untuk memperingati HUT RI. Anak-anak disabilitas, berkebutuhan khusus yang rata-rata sudah lulus dari SLB. Dengan lomba-lomba ini biar anak-anak tahu peringatan 17 Agustus ini,” ujarnya.

Dewi menyebut dari total 22 anak binaan yayasan, 17 anak hadir bersama orang tuanya.

Ia dibantu para orang tua dan pengurus lain dalam menyiapkan acara.

Reaksi anak-anak beragam saat melihat wajahnya usai dirias.

Ada yang tertawa, ada yang merasa lucu, ada pula yang awalnya murung hingga menangis.

Namun suasana cepat cair karena orang tua ikut menertawakan diri sendiri.

Sri Lestari, 47, salah satu orang tua peserta, mengaku ikut merasakan kebahagiaan yang sama dengan anaknya.

“Anak-anak bahagia, kita ikut bahagia. Alhamdulillah untuk anak-anak kompak, semangat mengikuti perlombaan ini," kata Sri.

Ia juga bercerita lomba kali ini tadi, yang make up itu paling seru.

“Karena tidak terarah, mata kita ditutup, jadi betul-betul tidak bisa melihat wajah. Jadi, asal tempel coret yang penting oke. Sehingga tadi benar-benar seru,” imbuhnya sambil tersenyum.

Bagi Yayasan Nisrina Putri Bunda, kemeriahan bukan soal menang atau kalah.

Yang utama adalah ruang untuk tertawa bersama, merasa dilibatkan dan merayakan kemerdekaan dengan cara mereka sendiri. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
lomba make up Tujuhbelasan yayasan hut kemerdekaan hut ri