Siswa SMPN 3 Candimulyo Magelang Korban Keracunan Masih Trauma Santap Menu MBG, Pilih Bawa Bekal Makanan

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:52 WIB
Siswa SMP Negeri 3 Candimulyo Magelang saat dilarikan ke RSUD Merah Putih.
Siswa SMP Negeri 3 Candimulyo Magelang saat dilarikan ke RSUD Merah Putih.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Sembilan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirawat di RSUD Merah Putih, Rabu (12/8/2026).  

Mereka dirawat di bangsal VIP Borobudur lantai 3 rumah sakit milik Pemkab Magelang tersebut. Dua dari sembilan korban keracunan itu adalah Cinta dan Rafika, siswi kelas 9.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang, Cinta mengaku kembali dibawa ke RSUD Merah Putih setelah mengalami gejala sakit perut, mual, pusing, hingga lemas.  Ia opname di kamar nomor 12.

Cinta mengatakan, pascakeracunan MBG pada Jumat (7/8/2026) lalu, dirinya sempat dilarikan ke RSUD Merah Putih, namun hanya rawat jalan. Bahkan, pada Senin (10/8/2026), Cinta sempat masuk sekolah dan mengikuti upacara hingga akhirnya tubuhnya mendadak lemas dan perutnya terasa sakit.  

Ia sempat mendapat perawatan tim medis Puskesmas setempat. Namun hingga Selasa (11/8/2026), kondisinya tidak kunjung  membaik. Akhirnya, Cinta dirujuk ke RSUD Merah Putih Magelang  sekitar pukul 10.30 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Gadis yang kini dirawat neneknya, Mursih, ini mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia mengaku tak ingin makan menu MBG lagi. “Sekarang saya lebih memilih membawa bekal sendiri, masih trauma kalau harus makan MBG lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Mursih mengaku sangat khawatir dengan kondisi cucunya itu.  Ia dengan setia menunggui cucunya itu. Mursih berterima kasih kepada pihak sekolah yang bertanggung jawab atas kejadian itu.  Sejak kembali dirawatnya sembilan siswa di RSUD Merah Putih, pihak sekolah rutin menjenguk untuk memantau perkembangan kesehatan anak didiknya. “Alhamdulilah, dari pihak sekolah perhatian. Selalu ada guru yang datang untuk menjenguk,” kata Mursih.

Ia berharap agar pemerintah lebih memeperhatikan kualitas menu MBG ke depannya. “Harapan untuk pemerintah ke depannya agar lebih diperhatikan lagi terkait dengan menu MBG supaya kejadian yang dialami cucu saya tidak terulang lagi” harapnya.

Korban keracunan lainnya, Rafika, mengaku pasca keracunan belum sempat masuk sekolah. Ia memilih beristirahat di rumah. Nah, saat di rumah itu, putri kedua dari dua bersaudara ini kembali mengeluhkan gejala sakit perut, mual, pusing, hingga lemas.

Selanjutnya, dengan ambulans desa, Rafika dibawa ke RSUD Merah Putih pada Selasa pukul 10.00. Ia dirawat di kamar nomor 13 bangsal VIP Borobudur lantai 3. “Waktu di rumah kondisi saya juga masih mengalami perut sakit dan muntah sampai sesak napas juga,” ujarnya.

Kepala SMPN 3 Candimulyo Erna Dwi Astuti saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026), mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan orangtua siswa untuk memantau perkembangan kesehatan para korban keracunan MBG.

“Kami terus berkomunikasi dengan wali murid untuk memantau perkembangan kondisi dari kesembilan siswa tersebut. Mereka akan dipulangkan setelah sembuh total dan tidak merasakan keluhan lagi,” ujar Erna Dwi Astuti.

Diakui, 26 siswa yang mengeluh pusing, mual, dan muntah diduga akibat keracunan MBG pada Senin (10/8/2026) lalu, sudah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa. Namun di tengah pembelajaran berlangsung, beberapa di antaranya meminta izin untuk pulang karena merasa tidak enak badan dan merasakaan keluhan yang sama seperti gejala keracunan sebelumnya.  Akhirnya, pada Selasa (11/8/2026) terdapat sembilan siswa yang kembali dilarikan ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.  (mg1/mg3/mg7/mg2/aro)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
SMPN 3 Candimulyo trauma Mbg keracunan mbg RSUD Merah Putih