RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Pihak SMP Negeri 3 Candimulyo terus berkomunikasi dengan orangtua siswa untuk memantau perkembangan kesehatan para korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apalagi hingga kini masih ada sembilan siswa yang dirawat di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.
“Kami terus berkomunikasi dengan wali murid untuk memantau perkembangan kondisi dari kesembilan siswa tersebut. Mereka akan dipulangkan setelah sembuh total dan tidak merasakan keluhan lagi,” ujar Kepala SMPN 3 Candimulyo Erna Dwi Astuti saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).
Diakui, 26 siswa yang mengeluh pusing, mual, dan muntah diduga akibat keracunan MBG pada Senin (10/8/2026) lalu, sudah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasa.
Namun di tengah pembelajaran berlangsung, beberapa di antaranya meminta izin untuk pulang karena merasa tidak enak badan dan merasakaan keluhan yang sama seperti gejala keracunan sebelumnya.
Akhirnya, pada Selasa (11/8/2026) terdapat sembilan siswa yang kembali dilarikan ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Hingga saat ini kesembilan siswa tersebut masih menjalankan rawat inap.
Kondisi yang mereka rasakan masih sama seperti sebelumnya, yakni lemas, pusing, dan mual.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Candimulyo tetap berjalan normal.
Pembagian MBG masih diliburkan untuk sementara.
SPPG Giyanti Candimulyo yang memasok menu MBG sekolah ini juga masih ditutup operasionalnya.
Siswa yang sebelumnya mengalami keluhan telah kembali masuk dan mengikuti pembelajaran seperti biasa.
Sudah tidak ada siswa yang mengalami keluhan.
“Sudah masuk kembali, beraktivitas seperti biasa, mengikuti pembelajaran,” kata Erna.
Saat ini, pihak sekolah juga masih menunggu hasil uji laboratorium yang belum keluar untuk mengetahui penyebab pastinya.
“Kami masih menunggu hasil lab sampel makanan. Masih dalam observasi, hasilnya belum keluar,” ujarnya. (mg7/mg2/aro)
Editor : H. Arif Riyanto