9 Siswa SMPN 3 Candimulyo Korban Keracunan MBG Masih Dirawat di RSUD Merah Putih, Ini Pengakuannya

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:11 WIB
Cinta, siswi SMPN 3 Candimulyo mendapatkan perawatan di RSUD Merah Putih Magelang pasca keracunan MBG didampingi neneknya, Rabu (12/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN / JAWA POS RADAR MAGELANG)
Cinta, siswi SMPN 3 Candimulyo mendapatkan perawatan di RSUD Merah Putih Magelang pasca keracunan MBG didampingi neneknya, Rabu (12/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN / JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MungkidSembilan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirawat di RSUD Merah Putih, Rabu (12/8/2026).

Mereka dirawat di bangsal VIP Borobudur lantai 3 rumah sakit milik Pemkab Magelang tersebut.

Dua dari sembilan korban keracunan itu adalah Cinta dan Rafika, siswi kelas 9.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang, Cinta mengaku kembali dibawa ke RSUD Merah Putih lantaran mengalami gejala sakit perut, mual, pusing, hingga lemas.

Ia opname di kamar nomor 12.

Cinta mengatakan, pasca keracunan MBG pada Jumat (7/8/2026) lalu, dirinya sempat dilarikan ke RSUD Merah Putih, namun hanya rawat jalan.

Rafika, siswi SMPN 3 Candi Mulyo mendapatkan perawatan di RSUD Merah Putih Magelang pasca keracunan MBG, Rabu (12/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN / JAWA POS RADAR MAGELANG)

 
Rafika, siswi SMPN 3 Candi Mulyo mendapatkan perawatan di RSUD Merah Putih Magelang pasca keracunan MBG, Rabu (12/8/2026). (MARDIANA PUTRI KURNIAWAN / JAWA POS RADAR MAGELANG)  

Bahkan, pada Senin (10/8/2026), Cinta sempat masuk sekolah dan mengikuti upacara hingga akhirnya tubuhnya mendadak lemas dan perutnya terasa sakit.

Ia sempat mendapat perawatan tim medis Puskesmas setempat.

Namun hingga Selasa (11/8/2026), kondisinya tidak kunjung  membaik.

Akhirnya Cinta dirujuk ke RSUD Merah Putih Magelang  sekitar pukul 10.30 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Gadis yang kini dirawat neneknya, Mursih, ini mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. “Sekarang saya lebih memilih membawa bekal sendiri, masih trauma kalau harus makan MBG lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Mursih mengaku sangat khawatir dengan kondisi cucunya itu.

Ia dengan setia menunggui cucunya itu.

Mursih berterima kasih kepada pihak sekolah yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

Sejak kembalinya dirawatnya sembilan siswa di RSUD Merah Putih, pihak sekolah rutin menjenguk untuk memantau perkembangan Kesehatan siswanya.

Alhamdulilah, dari pihak sekolah perhatian. Selalu ada guru yang datang untuk menjenguk,” kata Mursih.

Ia berharap agar pemerintah lebih memeperhatikan kualitas menu MBG ke depannya.

“Harapan untuk pemerintah ke depannya agar lebih diperhatikan lagi terkait dengan menu MBG supaya kejadian yang dialami cucu saya tidak terulang lagi” harapnya.

Korban keracunan lainnya, Rafika, mengaku pasca keracunan belum sempat masuk sekolah.

Ia memilih beritsitirahat di rumah.

Nah, saat di rumah itu, putri kedua dari dua bersaudara ini Kembali mengeluhkan gejala sakit perut, mual, pusing, hingga lemas.

Selanjutnya, dengan ambulans desa, Rafika Kembali dibawa ke RSUD Merah Putih pada Selasa pukul 10.00. “Waktu di rumah kondisi saya juga masih mengalami perut sakit dan muntah sampai sesak napas juga,” ujarnya. (mg1/mg3/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
SMPN 3 Candimulyo keracunan mbg Makan Bergizi Gratis RSUD Merah Putih mual