RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Magelang bersama Pemkab Magelang resmi menggulirkan Program Ananda Bersinar di 598 sekolah dasar (SD).
Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan komitmen bersama dan perjanjian kerja sama di Ruang Cemerlang, Kompleks Setda Kabupaten Magelang.
Program ini menyasar seluruh SD di Kabupaten Magelang sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sejak usia dini.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap Gerakan Ananda Bersinar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat.
Ia menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan pengawasan, edukasi, serta kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.
Grengseng menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendampingan kepada anak.
Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan di sekolah, tetapi perlu diperkuat melalui lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak. Jangan sampai pencegahan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Dr H Agus Rohmat menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
“Kolaborasi BNN, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, sekolah, serta pemangku kepentingan untuk menciptakan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan punya daya tangkal terhadap narkoba. Inisiasi ini didukung penuh bupati Magelang untuk melindungi masyarakat dari ancaman peredaran gelap narkoba,” ujarnya.
Melalui program ini, pencegahan narkoba tidak lagi sporadis. Program ini dirancang terintegrasi dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dasar agar sekolah menjadi ruang yang aman, sehat, dan kondusif.
Dengan cakupan 598 SD, BNNK Magelang menargetkan implementasi dilakukan secara masif dan konsisten di seluruh wilayah. Langkah ini sekaligus membangun ketahanan diri anak sejak dini terhadap ancaman narkoba.
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BNNK Magelang AKBP Sri Winugroho, Kepala Bakesbangpol, dan paguyuban koordinator SD se-Kabupaten Magelang. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto