Diduga Santap Menu MBG, Belasan Siswa SMP Negeri 3 Candimulyo Magelang Keracunan Masal

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:30 WIB
Salah satu siswa SMPN 3 Candimulyo dirujuk dari Puskesmas ke RSUD Merah Putih, karena mengalami keracunan, Jumat (7/8/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Salah satu siswa SMPN 3 Candimulyo dirujuk dari Puskesmas ke RSUD Merah Putih, karena mengalami keracunan, Jumat (7/8/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Belasan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo mengalami keracunan makanan yang diduga dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026) ini.

Informasi awal yang diterima Jawa Pos Radar Magelang pukul 15.22, saat di Puskesmas Candimulyo ada sekitar 11 siswa yang mengalami gejala muntah-muntah, pusing, hingga demam.

MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.30 dan langsung dikonsumsi siswa pada pukul 10.00 saat jam istirahat pertama.

“Hari ini tadi kan jadwal memang menerima MBG. Nah, itu dikonsumsi kira-kira ya jam 10.00 pada saat istirahat pertama. Kemudian muncul gejala anak-anak pada muntah-muntah kira-kira jam 13.00,” jelas Wahyudi, Guru SMP Negeri 3 Candimulyo saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di Puskesmas Candimulyo.

Gejala muncul setelah kegiatan belajar mengajar selesai dan menjelang kegiatan pramuka. “Jeda waktu itu anak-anak pada muntah, pusing. Ada yang panas dingin dan sebagainya," lanjutnya.

Dugaan awalnya itu, jelas Wahyudi, kemungkinan karena MBG.

Untuk menunya, ada nasi kuning, telur bulat rebus dengan bumbu kecap, acar, tempe orek, dan buah anggur.

“Kemungkinan karena MBG,” ucapnya.

Wahyudi mengaku ikut menyantap MBG, namun hanya makan nasi dan telur.

“Saya nggak merasakan keluhan apa-apa, karena saya cuma makan nasi dan telur saja. Yang lain nggak saya makan,” jelasnya. 

Untuk jumlah penerima menu program MBG ini, kata Wahyudi, di SMP Negeri 3 Candimulyo ada hampir 200 orang. Baik siswa maupun guru.

“Berdasarkan data sekolah, jumlah penerima MBG di SMP tersebut mencapai hampir 200 orang. Rinciannya, 182 siswa dan sekitar 20 guru serta karyawan,” kata Wahyudi.

Ia menjelaskan, awalnya hanya enam siswa yang mengeluh.

Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Candimulyo.

“Namun, ternyata jumlah siswa yang mengeluhkan kondisi tubuhnya nggak enak terus bertambah. Sehingga tadi beberapa langsung dibawa ke RSUD Merah Putih,” ujarnya. 

Kasat Reskrim Polresta Magelang AKP La Ode Arwan Syah menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi dugaan keracunan di SMPN 3 Candimulyo.

Untuk tindaklanjutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak BGN, baik itu diwakili oleh Korwil maupun Korcam.

Hal ini untuk mencari informasi terkait penyebab keracunan siswa SMPN 3 Candimulyo ini. 

“Untuk sampel dari makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, sudah diamankan oleh pihak puskesmas. Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Kurang lebih seperti itu. Untuk update terkini akan segera kami sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penunjang RSUD Merah Putih drg. Rurit Obyantoro menyampaikan, kejadian awal pasien masuk sekitar pukul 14.30.

“Kondisi awal masuk keluhan mereka (siswa) yakni mual, muntah, dan kepala pening,” jelasnya.

Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan pemeriksaan.

Hasilnya, ada dugaan keracunan makanan.

Hingga pukul 16.56 tadi, pihaknya telah menangani sekitar 20 orang.

“Dan empat orang sudah diperbolehkan untuk pulang, karena kondisinya sudah stabil,” ujarnya.

Prinsipinya, pihaknya jika masih ada siswa yang mengalami gejala tersebut, bisa segera dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
muntah keracunan mbg Candimulyo Makan Bergizi Gratis RSUD Merah Putih