Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Riris Purbasari menyampaikan, saat ini proses pemugaran Candi Mendut telah memasuki tahap kedua.
Fokus utama kali ini adalah mengatasi kebocoran atap dan bagian dinding candi yang mulai mengembung.
Ia mengatakan, proses rehabilitasi ditargetkan selesai dalam setahun dan diharapkan sudah bisa digunakan saat peringatan Waisak Mei 2027 mendatang.
“Ini meneruskan dari tahap pertama untuk mengatasi kebocoran. Juga ada bagian dinding yang agak menggembung. Tujuan pemugaran ini untuk mengatasi hal-hal tersebut,” jelas Riris saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang usai kegiatan doa bersama, Jumat (7/8/2026).
Sehingga, kata Riris, selama pemugaran tahap kedua ini, destinasi di area Candi Mendut ini ditutup total.
“Unsur keselamatan harus kita perhatikan. Jadi, sebaiknya kita tutup 100 persen untuk pemanfaatan supaya kami bisa bekerja optimal,” tegasnya.
Riris mengakui, ada kebocoran di konstruksi atap yang sebelumnya sudah ditutup semen. Air merembes masuk ke bilik candi, sehingga penanganannya harus dimulai dari atas. “Kita harus membongkar semen-semen itu,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, tim juga menemukan sejumlah komponen baru. Hasil uji anastilosis menunjukkan adanya stupa-stupa kecil di atap dan bagian penampil depan candi yang sebelumnya tidak terlihat.
“Nanti bentuk atap akan selesai. Ada beberapa temuan baru, banyak stupa-stupa kecil di atap Candi Mendut. Bagian penampil depan juga ketemu, sehingga nanti akan nampak dan lebih cantik,” jelasnya.
Untuk mengejar target pemugaran, sebanyak 30-40 pekerja dari juru pugar dan tenaga lokal dikerahkan. Mereka akan dibagi dalam sistem sif dan bekerja hingga malam hari.
Terkait dampak ke pedagang sekitar, lanjut Riris, pembahasannya akan dilakukan dalam forum tersendiri. “Nanti ada pertemuan, seperti apa kesepakatannya,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto