Kerja Nyata, Mahasiswa Untidar Inisiasi Program Sedekah Sampah dan Kembangkan Website Desa Dawung Tegalrejo

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:13 WIB
Mahasiswa KKN Kelompok 25 dengan inovasi program tong sedekah sampah,  di Desa Dawung, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (6/8/2026). (Dok Tim KKN 25 Untidar)
Mahasiswa KKN Kelompok 25 dengan inovasi program tong sedekah sampah, di Desa Dawung, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (6/8/2026). (Dok Tim KKN 25 Untidar)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid -  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Tidar (Untidar)  di Desa Dawung, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat selama pelaksanaan KKN periode Juli hingga Agustus 2026. 

Berangkat dari hasil observasi lapangan, mahasiswa merancang program yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga diharapkan dapat terus berjalan setelah masa KKN berakhir.

Dua program unggulan yang menjadi fokus pelaksanaan KKN adalah Sedekah Sampah dan pengembangan Website Desa Dawung.

Baca Juga: Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair oleh Mahasiswa KKN 66 Untidar di Desa Salam Dorong Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

Kedua program tersebut dipilih karena dinilai mampu menjawab dua kebutuhan utama masyarakat.

Desa Yakni peningkatan kesadaran dalam pengelolaan sampah rumah tangga serta penguatan pelayanan publik berbasis digital.

Ketua Kelompok 25 KKN Universitas Tidar, Prihatin menjelaskan penyusunan program kerja diawali dengan proses identifikasi potensi dan permasalahan yang ada di Desa Dawung.

Dari hasil pengamatan, kelompoknya menemukan masih banyak potensi desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi lingkungan maupun pelayanan pemerintahan.

"Setiap program yang kami jalankan berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Harapannya, program-program ini tidak hanya selesai ketika KKN berakhir, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Prihatin.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Sedekah Sampah.

Program ini lahir dari masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Sehingga sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi masih tercampur dengan sampah lainnya. 

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN bersama Karang Taruna Dusun Derso berupaya membangun sistem pengelolaan sampah yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan.

Berbeda dengan konsep bank sampah pada umumnya, Sedekah Sampah dirancang dengan mekanisme yang lebih sederhana.

Karang Taruna akan mendatangi rumah-rumah warga secara berkala untuk mendata sekaligus mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai jual. Seperti botol plastik, kardus, kertas, dan barang bekas lainnya. 

Seluruh hasil penjualan sampah akan dicatat sebagai tabungan warga dan dikembalikan dalam jangka waktu satu tahun sesuai jumlah sampah yang telah mereka setorkan.

Menurut Prihatin, program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis.

"Kami berharap melalui program Sedekah Sampah ini masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Baca Juga: Jelantah Bukan Lagi Sampah: KKN 5 Universitas Tidar Kenalkan Inovasi Lilin Aromaterapi kepada Warga Girikulon

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang dipilah juga memiliki nilai ekonomi yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," ujar Prihatin, Rabu (5/8/2026).

Kolaborasi dengan Karang Taruna menjadi salah satu kunci keberlanjutan program tersebut.

Sebagai organisasi kepemudaan yang aktif di lingkungan dusun, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi penggerak.

Sekaligus pengelola program setelah mahasiswa KKN menyelesaikan masa pengabdiannya.

Perwakilan Karang Taruna Dusun Derso, Agus Ulin, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa Universitas Tidar.

 Menurutnya, program Sedekah Sampah menjadi langkah positif.

 Tidak hanya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sampah rumah tangga.

"Terima kasih kepada teman-teman KKN Universitas Tidar. Program ini sangat positif karena mengajarkan masyarakat mengelola sampah dengan lebih baik. Kami berharap program ini dapat terus berjalan, berkembang, dan menjadi kebiasaan baru bagi warga Dusun Derso," kata Agus Ulin.

Mahasiswa KKN Kelompok 25 juga mendorong percepatan transformasi digital melalui pengembangan website Desa Dawung.

Website tersebut dirancang sebagai media informasi sekaligus sarana pelayanan publik yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan cepat.

Pengembangan website dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan pemerintah desa. Sejumlah fitur disiapkan.

Mulai dari profil desa, informasi potensi desa, publikasi berita dan kegiatan pemerintah desa, layanan administrasi secara daring, hingga layanan pengaduan masyarakat.

Kehadiran website ini diharapkan mampu memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu staf Pemerintah Desa Dawung, Maskun Sohwan mengatakan keberadaan website akan menjadi pendukung penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di tingkat desa.

"Website ini tentu sangat membantu kami, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Harapannya masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih mudah, sementara pelayanan administrasi desa juga menjadi lebih cepat, efektif, dan akurat," ungkap Maskun Sohwan saat ditemui di Kantor Desa Dawung, Senin (3/8/2026).

Melalui dua program unggulan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Tidar berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Dawung.

Program-program tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah desa. 

Dengan demikian, manfaat dari pelaksanaan KKN tidak berhenti pada masa pengabdian mahasiswa, tetapi terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun Desa Dawung yang lebih mandiri, peduli lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
sedekah sampah KKN untidar KKN kelompok 25 website desa dawung kerja nyata