RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panjang. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun sangat tinggi. Karena itu, berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasinya.
Untuk memastikan kesiapan itu, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Dr Latif Usman melakukan kunjungan ke Polresta Magelang untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan, Rabu (5/8/2026).
Wakapolda melakukan pengecekan langsung terhadap peralatan milik Polri dan instansi pendukung.
Ia juga menyaksikan simulasi penggunaan mesin senso, mesin diesel, alat pemadam api ringan (APAR), hingga kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk memastikan kelayakan operasional.
“Kami meminta semua personel menjaga kesiapan, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan memberikan respons cepat jika terjadi karhutla di wilayah Jawa Tengah, khususnya Magelang,” katanya.
Usai pengecekan lapangan, Wakapolda mengikuti zoom meeting bersama jajaran Polda Jateng, Kapolresta, dan pejabat utama Polresta Magelang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun ini berlangsung lebih lama akibat fenomena El Nino.
Kondisi itu meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga karhutla.
Berdasarkan data BPBD, hingga Agustus 2026 tercatat 279 kejadian bencana di Kabupaten Magelang. Kejadian didominasi tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran bangunan, banjir, erupsi gunung api, serta karhutla.
"Data tersebut menunjukkan ancaman bencana di Kabupaten Magelang masih tinggi, sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur, termasuk relawan, harus terus diperkuat," tegas Bambang.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri menyatakan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kunjungan Wakapolda ini diharapkan kesiapsiagaan Polresta Magelang bersama BPBD, Damkar, dan Basarnas semakin optimal menghadapi potensi karhutla saat memasuki puncak musim kemarau. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto