RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 5 Universitas Tidar (Untidar) periode Juli-Agustus 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah.
Sosialisasi berlangsung pada Selasa (28/7/2026) di Balai Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Girikulon ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara ramah lingkungan. Sekaligus memperkenalkan inovasi yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai minyak jelantah, meliputi pengertian, karakteristik, dampak penggunaan minyak goreng secara berulang terhadap kesehatan. Serta dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan.
Melalui sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola minyak jelantah secara tepat agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan maupun risiko bagi kesehatan.
Baca Juga: Inovasi Pengelolaan Sampah, Mahasiswa KKN Untidar Bangun Rocket Stove di Desa Sidogede Grabag,
Selain membahas dampak negatif minyak jelantah, Tim KKN 5 Untidar juga memperkenalkan salah satu bentuk pemanfaatannya. Yaitu pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, dekorasi, hingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumahan yang bernilai jual.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Tim KKN memperagakan setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin.
Selama demonstrasi berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap proses serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik pembuatan, bahan yang digunakan, dan peluang pengembangan produk.
Salah satu peserta dari PKK Girikulon, Farida mengatakan kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi.
"Menurut saya kegiatan ini bermanfaat banget buat ibu-ibu PKK Girikulon. Ternyata minyak jelantah yang biasanya cuma dibuang bisa diolah jadi lilin aromaterapi.
Jadi kami dapat ilmu baru, dan siapa tahu nantinya bisa dikembangkan jadi usaha kecil-kecilan buat nambah penghasilan keluarga. Semoga ilmu yang diberikan teman-teman KKN ini bisa bermanfaat dan bisa dipraktikkan juga di rumah," ujar Farida.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Girikulon mendapat pemahaman baru mengenai dampak minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan serta cara mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Antusiasme yang ditunjukkan selama kegiatan menjadi gambaran bahwa masyarakat memiliki ketertarikan terhadap inovasi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..
Tim KKN 5 Universitas Tidar berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat Desa Girikulon untuk lebih bijak dalam mengelola minyak jelantah.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo