RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Seorang warga Desa Bumirejo, Kecamatan Kaliangkrik lemas hingga tidak bisa turun dari pohon rambutan dengan tinggi tujuh meter.
Akibat kejadian ini, warga setempat meminta bantuan Basarnas Unit Siaga Borobudur dan Damkar Kabupaten Magelang untuk membantu turun dari pohon tersebut.
Mustafid, 55, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah terjebak di atas pohon rambutan miliknya setinggi tujuh meter saat memotong ranting, Senin (3/8/2026).
Proses evakuasi oleh tim gabungan Basarnas dan Damkar berlangsung sekitar 30 menit.
Rescuer Basarnas Unit Siaga Borobudur Ryan Aris Pratama menyampaikan, informasi masuk tadi pukul 10.02, di mana ada seorang warga yang terjebak di atas pohon rambutan dengan ketinggian sekitar tujuh meter.
Informasi awal yang diterima tadi, korban pertama kali ditemukan warga sekitar dalam kondisi tidak merespons.
Ia diketahui sedang memotong ranting pohon rambutan miliknya sendiri.
Setelah tiba di lokasi, ia menjelaskan, tim gabungan langsung melakukan assessment sebelum mengevakuasi korban.
“Setelah kita mempelajari kondisi, kita menaikkan dua rescuer dulu untuk mengecek, kemudian menstabilkan korban ini. Kemudian lanjut pemasangan belay di atas, kemudian pakai sistemnya adalah under belay untuk penurunan korbannya,” katanya.
Dari hasil pengecekan tim rescuer, kondisi korban waktu di atas lemas.
Sehingga kondisi ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh tim rescuer.
“Khususnya saat memasangkan alat keselamatan pada korban itu terlalu sulit. Karena harus menjaga kestabilan tubuh korban,” jelasnya.
Usai 30 menit berjibaku, akhirnya sekitar pukul 11.35 korban berhasil diturunkan dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk observasi awal.
“Korban sendiri alhamdulillah selamat, tapi sampai di bawah evakuasi itu lemas saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Bumirejo Muhammad Masrur Chamidi menjelaskan, kondisi awal itu, korban (Mustafid) sedang memotong ranting pohon rambutan miliknya.
Di tengah proses pemotongan ini, tiba-tiba kondisi korban lemas.
“Sehingga ketika ada warga yang melintas memanggil-manggil nama korban, si korban ini tidak memberikan respon,” jelasnya.
Informasi yang diterima dari pihak kesehatan, kata Chamidi, korban ini memiliki Riwayat darah tinggi. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto