Kirab Puja Yatra, Jalan Kaki dari Mendut ke Borobudur 

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 22:11 WIB
Para biksu dan umat Buddha tiba di Candi Borobudur usai berjalan kaki dari Candi Mendut untuk mengikuti Puja Yatra, Minggu (26/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Para biksu dan umat Buddha tiba di Candi Borobudur usai berjalan kaki dari Candi Mendut untuk mengikuti Puja Yatra, Minggu (26/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Perayaan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era diikuti sedikitnya 12.000 umat Buddha dari berbagai daerah, Minggu (26/7/2026).

Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DIJ, dan Jawa Timur. Perayaan dimulai dengan kirab Puja Yatra atau perjalanan penghormatan penuh pada Tiratana dari Candi Mendut, Candi Pawon, hingga Candi Borobudur.

Sejak pukul 10.56, umat Buddha mulai berdatangan di Candi Mendut, Kabupaten Magelang. Antusiasme umat untuk mengikuti kirab Puja Yatra ini sangat tinggi. Salah satunya Michael Limawan, umat Buddha asal Bekasi yang sudah empat tahun berturut-turut mengikuti acara ini.

“Ini momentum yang jarang banget. Acara ini kan satu tahun sekali. Apalagi sebagai umat Buddha, pada Indonesia Tipitaka Chanting dan puncaknya Asadha, kita diajak untuk mengulang pembacaan Sutta yang jarang banget dilakukan sebagai umat awam. Jadi, ini momentum yang sangat berharga dan nggak mungkin bisa diulangi lagi," ujar Michael kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Baginya, peringatan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan 50 tahun Theravada di Indonesia. “Pas banget, ini salah satu support umat kepada Sangha, khususnya Sangha Theravada Indonesia, yang tahun ini 50 tahun. Kapan lagi, momentumnya nggak akan terulang lagi 50 tahun itu," katanya.

Humas dan Media Massa Acara Totok Tejamano menjelaskan, Minggu (26/7) kemarin merupakan perayaan Hari Raya Asadha, yaitu hari raya kedua setelah Waisak. “Di kalangan umat Buddha, ada empat hari raya besar. Yakni, Waisak, Asadha, Kathina, dan Magha Puja,” jelas Totok di sela-sela sebelum kirab dimulai.

Perayaan Asalha Mahapuja ini sebagai peringatan pertama kalinya Guru Agung Buddha Gautama membabarkan ajaran di Taman Rusa Isipatana. Karena itu, simbol yang ditampilkan dalam kirab sangat khas. Ada empat kereta yang dibawa. Semua itu menggambarkan perjalanan Guru Agung Buddha Gautama membabarkan ajaran di Taman Rusa Isipatana.

“Ada kereta Relik Kencana Mahadatu, kereta Relik, kereta Tipitaka, dan kereta Dhammacakka. Dhammacakka artinya Roda Dharma, untuk menyimbolkan pemutaran Roda Dhamma pertama kali," terangnya.(rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
candi borobudur buddha candi mendut Candi Pawon waisak