RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Pemerintah Kabupaten Magelang mulai mengerjakan pembangunan sekaligus penataan kawasan PKL di lapangan drh Soepardi Kota Mungkid.
Penataan ulang ini merupakan langkah awal untuk menciptakan kawasan ekonomi yang lebih tertata sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat. Nantinya, akan ada 36 lapak UMKM yang akan dibangun sesuai dengan data yang ada di PKL Barokah Lapangan drh Soepardi saat ini.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan.
Menurutnya, pemerintah harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, agar program pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah dituntut lebih kreatif mencari sumber pendanaan pembangunan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR. Dengan semangat gotong royong, pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBD,” kata Grengseng.
Selain penataan kawasan PKL, lanjut dia, nantinya juga akan dilakukan pembinaan bagi para pedagang.
Sehingga bisa menyajikan jajanan sehat untuk pengunjung lapangan. Grengseng mengingatkan kepada para pedagang untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan fasilitas yang telah dibangun.
"Keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada komitmen para pedagang dalam merawat lingkungan usahanya," ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Nanang Triagung Edi menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan Lapangan drh Soepardi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus wajah ibukota Kabupaten Magelang.
"Sebanyak 36 lapak semi permanen akan dibangun dan diperuntukkan bagi anggota Paguyuban PKL Barokah yang selama ini telah berjualan di kawasan tersebut dan pembangunan ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026, sehingga kawasan sudah tertata dengan baik saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," jelasnya.
Ketua Paguyuban PKL Barokah drh Soepardi, Suhardi, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan lapak yang telah lama dinantikan para pedagang.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya pembangunan lapak ini dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang dan para mitra TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan). Semoga para pedagang semakin tertib, usahanya semakin maju, dan kawasan ini menjadi lebih nyaman bagi masyarakat,” katanya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto