Kegiatan yang digelar di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Unggulan Universitas Tidar Tahun Anggaran 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan potensi kopi lokal serta memperluas pemasaran melalui pemanfaatan media digital.
Tim pengabdian diketuai oleh Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si., dengan anggota dosen Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.TP., M.Si., serta Aditya Kumala Dewi, M.Ec.Dev.
Salah satu rangkaian kegiatan berupa pelatihan pengetahuan dasar kopi yang disampaikan oleh Isna Hana Nur Izati, selaku Owner Adagio Coffee.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai materi dasar mengenai kopi, mulai dari jenis-jenis kopi seperti Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa, proses pascapanen, profil roasting, hingga pengaruh ukuran gilingan kopi terhadap hasil seduhan.
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk kopi yang dihasilkan.
Ketua tim pengabdian Dinar Melani Hutajulu, S.Pd., M.Si., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk kopi yang berkualitas, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat," harapnya.
Selain menyampaikan materi, Isna Hana Nur Izati juga mengajak peserta mempraktikkan beberapa metode penyeduhan kopi, yaitu menggunakan Moka Pot, V60, dan French Press.
“Pada sesi ini, kami memperkenalkan fungsi masing-masing alat, tahapan penyeduhan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar cita rasa kopi dapat keluar secara optimal," katanya.
Para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi mengenai karakteristik setiap metode seduh dan penerapannya dalam usaha kedai kopi maupun UMKM,” kata Isna Hana.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi.
Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari pemilihan jenis kopi, teknik penyeduhan, hingga cara menyajikan kopi agar memiliki kualitas yang konsisten.
Tim dosen dan mahasiswa turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung, sehingga proses penyampaian materi dan praktik berjalan lebih efektif.
Pada akhir sesi, peserta diajak mencicipi hasil seduhan kopi yang dibuat menggunakan metode Moka Pot, V60, dan French Press.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat merasakan secara langsung perbedaan karakter rasa, aroma, dan body kopi dari masing-masing metode penyeduhan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah wawasan pelaku UMKM dalam menyajikan kopi sesuai dengan preferensi konsumen,” bebernya.
Dinar Melani Hutajulu menambahkan, selain pelatihan dasar kopi, tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai pengembangan social commerce sebagai strategi pemasaran digital bagi UMKM Desa Balesari.
Peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar, membangun identitas merek, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
“Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan mengenai pengolahan kopi, teknik penyeduhan, serta strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha berbasis kopi lokal,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, melalui pendampingan ini, masyarakat Desa Balesari diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk kopi, tetapi juga mengembangkan hilirisasi kopi melalui berbagai produk olahan, seperti minuman kopi khas Balesari yang memanfaatkan kopi lokal sebagai bahan baku utama.
“Upaya hilirisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dikatakan Dinar Melani Hutajulu, melalui kolaborasi antara Universitas Tidar, praktisi kopi, dan masyarakat Desa Balesari, potensi kopi lokal diharapkan terus berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing, mampu mendorong hilirisasi produk berbasis kopi, serta memberikan nilai tambah yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM dan penciptaan nilai tambah produk lokal, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pengolahan kopi dan pemanfaatan social commerce sebagai strategi pemasaran digital,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Universitas Tidar menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas UMKM berbasis potensi lokal sebagai upaya mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (ima/aro)
Editor : H. Arif Riyanto