RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Wajah Afita Dwi Andini terlihat semringah saat bercerita tentang beasiswa Penghargaan Pemuda Berprestasi dari Pemerintah Kabupaten Magelang.
Mahasiswi semester 2 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tidar (Untidar) ini salah satu penerima beasiswa yang digagas Bupati Magelang Grengseng Pamuji – Wakil Bupati Sahid.
Ia menerima beasiswa tersebut sejak akhir 2025. Besarnya Rp 5 juta dalam satu semeseter. Diterima dalam satu tahun sebesar Rp 10 juta.
Beasiswa tersebut untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) dia yang nominalnya Rp 3.250.000. Andini mengaku bantuan ini meringankan beban ekonomi keluarganya.
“Setelah bayar UKT, masih ada sisa, untuk mencukupi biaya hidup satu bulan lebih. Jadi beasiswa ini meringankan beban ekonomi keluarga,” ujar Andini yang ayahnya petani dan ibunya guru PAUD itu.
Warga Kaliangkrik ini mengaku pertama kali mengetahui informasi program beasiswa dari kantor desa, sebelum akhirnya mencari tahu lebih lanjut melalui Instagram.
Proses seleksi diawali dengan pengumpulan beberapa berkas seperti data diri, keterangan penghasilan orang tua, dan surat keterangan aktif kuliah dari kampus.
Selanjutnya, calon penerima diwajibkan menyusun karya tulis inovatif yang membahas permasalahan di desa asal masing-masing beserta solusinya.
Tidak hanya itu, calon penerima juga membuat konten untuk mengenalkan Kabupaten Magelang di media sosial.
Ia menyebut, program ini turut mensyaratkan penerima untuk mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 apabila ingin melanjutkan penerimaan beasiswa di semester berikutnya.
Andini berharap program Pemuda Berprestasi Kabupaten Magelang ini dapat terus berlanjut untuk mahasiswa angkatan berikutnya.
“Aku berharap program ini bisa terus berlanjut sampai ke adik-adik tingkat selanjutnya, karena aku lihat masih banyak mahasiswa yang kesulitan biaya kuliah,” katanya.
Ia berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba hal baru, contohnya mendaftar program beasiswa serupa.
“Jangan takut untuk mencoba. Karena barangkali, di kesempatan yang awalnya kamu takut untuk ambil, di situlah ada sesuatu yang bisa mengubah kamu menjadi lebih baik,” pungkasnya. (mg1/mg2/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo