Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Disparpora Kabupaten Magelang Kumpulkan Mahasiswa, Bentuk Ikatan Penerima Beasiswa Pemuda Berprestasi

Magang Radar Magelang • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:58 WIB
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho memberikan sambutan di depan para mahasiswa penerima beasiswa pemuda berprestasi, Kamis, (16/7/2026). (SETIA ADIANA/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho memberikan sambutan di depan para mahasiswa penerima beasiswa pemuda berprestasi, Kamis, (16/7/2026). (SETIA ADIANA/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mengumpulkan sejumlah mahasiswa penerima Beasiswa Pemuda Berprestasi untuk memulai proses pembentukan organisasi resmi bagi para penerima beasiswa, Kamis (16/7/2026).

Dari total 496 penerima beasiswa se-Kabupaten Magelang, yang hadir dalam forum ini bukan seluruhnya, melainkan hanya perwakilan atau delegasi dari tiap kampus, masing-masing berjumlah tiga hingga lima orang.

Mereka ditugaskan membawa aspirasi rekan-rekannya untuk merumuskan arah organisasi bersama.

Kegiatan Pembentukan Ikatan Mahasiswa Berprestasi Kabupaten Magelang Tahun 2026 ini digelar di Ruang Rapat Disparpora Kabupaten Magelang.

Hadir juga perwakilan KNPI Kabupaten Magelang.
Salah satu delegasi Anja’Aisyah Zahra Ul Malabis, mahasiswi Pendidikan Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku, awalnya tidak menyangka pertemuan ini akan bermuara pada pembentukan sebuah organisasi.

Gadis yang akrab disapa Anja ini mengetahui informasi program beasiswa ini dari kepala desa tempat tinggalnya.

"Jujur pertamanya nggak expect kalau mau dibuat organisasi. Cuma kalau dari pemaparan ibunya barusan, itu cukup impactful dan menarik juga," ujarnya merujuk pada penjelasan yang disampaikan pihak Disparpora dalam forum tersebut.

Organisasi yang tengah dirintis ini rencananya dibentuk untuk menghimpun, membina, dan menggerakkan pemuda penerima beasiswa agar lebih berprestasi, berkarakter, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Magelang.

Setidaknya ada lima arah besar yang ingin dicapai.

Yakni, mengembangkan potensi dan prestasi penerima beasiswa di berbagai bidang mulai dari akademik, olahraga, seni, kewirausahaan, hingga digitalisasi pelayanan publik; membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pemuda berprestasi; menjadikan mereka mitra strategis pembangunan daerah, termasuk dilibatkan dalam proses seleksi penerima beasiswa angkatan berikutnya; menjadi wadah partisipasi dalam kegiatan sosial seperti keagamaan dan gotong royong; serta mempererat tali persaudaraan antar-penerima beasiswa, baik dalam satu kampus maupun lintas kampus.

Program beasiswa ini sendiri merupakan bagian dari misi pertama Sapta Cipta Bupati Magelang periode 2025–2030, yakni "Pinter Ngaji, Pinter Sekolah Bocahe", sesuai dengan Peraturan Bupati Magelang Nomor 73 Tahun 2023 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Disparpora, dan Peraturan Bupati Magelang Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan bagi Pemuda Berprestasi Kabupaten Magelang.

Pihak Disparpora menjelaskan, program ini berada di bawah kewenangannya dan bukan Dinas Pendidikan.

Pasalnya, urusan kepemudaan memang berada di ranah Disparpora, sementara Dinas Pendidikan menangani jenjang TK, PAUD, SD dan SMP.

Sedangkan SMA berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Dari sisi pencairan dana sendiri, beasiswa ini menggunakan skema reimburse atau penggantian, di mana mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) terlebih dahulu, baru kemudian dana penggantian dicairkan pemerintah kabupaten untuk digunakan pada semester berikutnya.

Bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT di awal semester, Disparpora turut memfasilitasi surat permohonan dispensasi atau keringanan biaya ke pihak kampus. Salah satunya kasus seorang mahasiswa Unimma yang sempat menunda kuliah karena takut tidak sanggup membayar UKT sebesar Rp7 juta.

"Akhirnya, kita koordinasikan dengan kampus, sehingga bisa turun. Langsung menghadap ke Pak Wakil Rektor," ujar Anis, salah satu pemateri.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Farnia Berliani Sri Tulodho menegaskan, tiga peran yang diharapkan dari para penerima beasiswa.

"Selain menjadi duta Magelang, nanti juga sebagai seorang problem solver. Jadi, kalau di daerahnya ada masalah, masyarakat ada keluhan, itu sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Magelang, bisa menampung apa saja masalah-masalah yang ada di masyarakat, nanti bisa disampaikan kepada kita," ujarnya.

Ia menambahkan, para penerima beasiswa juga diposisikan sebagai talent pool bagi pemerintah kabupaten di masa depan.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Magelang itu nanti butuh tenaga, tentunya adik-adik semua yang akan kita utamakan," katanya.

Pemateri Anis menekankan,  prestasi akademik semata tidak cukup menjamin kesuksesan di dunia kerja tanpa dibarengi pengalaman berorganisasi dan jaringan yang luas. "Dalam wawancara dunia kerja ditanya pengalamannya apa? Ikut organisasi gak di kampus? Itu bisa menentukan nanti di dunia kerja," katanya, sembari mencontohkan seorang alumni program kepemudaan yang berhasil diterima bekerja di BUMN Sucofindo.

Sebagai bagian dari kewajiban, setiap penerima beasiswa juga harus menyerahkan laporan kontribusi setiap enam bulan sekali.

Contohnya rintisan karya inovatif.

Salah satu delegasi lain yang turut menyampaikan kontribusinya dalam forum tersebut menceritakan proyek yang tengah ia kembangkan, sebuah platform daring untuk pendampingan kesehatan mental yang dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Anja menyampaikan harapannya agar program beasiswa ini dapat terus berlanjut ke angkatan-angkatan berikutnya.

"Aku harap program ini bisa berjalan terus. Soalnya ini membantu banget. Tadi aku dengar ada seseorang yang hampir mundur kuliahnya gara-gara keterbatasan biaya. Begitu ada program beasiswa ini, dia tetap bisa melanjutkan kuliah," katanya.

Ia juga berharap organisasi yang akan terbentuk nantinya dapat menjadi kanal penyebaran informasi beasiswa yang lebih inklusif, mengingat masih banyak mahasiswa yang belum terjangkau beasiswa berbasis Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

"Aku harap dengan kepengurusan ini, nanti aku bisa membagikan informasi beasiswa yang ternyata nggak harus pakai SKTM," ujarnya, merujuk pada skema Beasiswa Pemuda Berprestasi yang mensyaratkan laporan kontribusi rutin terhadap masyarakat, bukan surat keterangan tidak mampu. (mg2/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
Pemkab Magelang organisasi Unimma Disparpora Kabupaten Magelang beasiswa