RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Untuk memenuhi tingginya permintaan komoditas kopi yang berkualitas, Kebun Benih Tanggulrejo, Kabupaten Magelang mendorong pengembangan pembibitan kopi Robusta dengan metode stek. Pada tahun ini, kebun di bawah naungan pemerintah tersebut menargetkan produksi sebanyak 50.000 batang bibit stek siap salur.
Pelaksana Kebun Tanggulrejo Wardoyo menjelaskan, seluruh target produksi bibit untuk tahun ini telah habis dipesan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah guna disalurkan sebagai bantuan kepada berbagai kelompok tani. Permintaan pasar sangat tinggi, bahkan hingga ke luar pulau Jawa yang memesan ratusan ribu batang.
“Namun, fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan potensi kebun induk yang ada untuk mencukupi kebutuhan lokal terlebih dahulu. Tahun depan, kuota produksi akan kami upayakan meningkat,” ujar Wardoyo kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Kebun Tanggulrejo saat ini fokus mengembangkan empat klon kopi Robusta unggul yang telah terdaftar resmi dari kebun induk entres, yaitu Sintaro 1, Sintaro 2, Sintaro 3, dan Sehasence. Keempat klon ini dipilih karena memiliki produktivitas yang tinggi, perawatan yang relatif mudah, serta bersifat genjah (cepat berbuah).
Wardoyo memaparkan, penggunaan metode stek dipilih karena memiliki keunggulan genetis yang pasti. Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi tingginya permintaan komoditas kopi berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Bibit hasil stek memiliki sifat yang sama persis dengan pohon induknya, sehingga tidak ada perubahan karakter genetik. Selain itu, jika perakarannya sudah tumbuh dengan baik, pohon kopi ini sudah mulai berbunga hanya dalam waktu dua tahun setelah tanam,” jelasnya.
Ia juga menepis kekhawatiran mengenai kekuatan akar stek, menegaskan sejauh ini tidak ada keluhan terkait pohon yang roboh akibat angin.
Proses pembibitan di Kebun Tanggulrejo dilakukan dengan standar yang ketat. Entres atau dahan dipilih dari tunas ortotrop yang masih hijau, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, lalu dipotong per ruas, diruncingkan, dan diberi zat pengatur tumbuh untuk merangsang akar.
Metode utamanya menggunakan sistem lasahan dengan media pasir dan tanah (1:1) yang kemudian disungkup rapat dengan plastik bening selama dua bulan tanpa pupuk kimia. Setelah akar tumbuh kuat, bibit diseleksi dan dipindahkan ke polybag untuk menjalani perawatan lanjutan di area nursery.
Untuk menjamin kualitas, bibit baru bisa diedarkan setelah mencapai standar Siap Tanam (PTM), yakni berumur 5 hingga 8 bulan, memiliki tinggi minimal 20 cm, dan terdiri atas tiga pasang ruas daun.
"Setelah memenuhi standar fisik tersebut, pihak Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) akan melakukan pemeriksaan lapangan. Jika memenuhi syarat, sertifikat resmi akan diterbitkan sebagai jaminan mutu bagi petani," tambah Wardoyo.
Saat ini, Kebun Tanggulrejo mematok harga bibit kopi Robusta unggul bersertifikat ini sebesar Rp7 ribu per batang.
Wardoyo menyebutkan, harga tersebut masih dapat disesuaikan di masa mendatang mengikuti regulasi tarif retribusi daerah yang baru. Kebun ini terbuka melayani pembelian baik untuk instansi kedinasan maupun petani mandiri yang ingin melakukan peremajaan lahan.
Secara administratif, Kebun Tanggulrejo terletak di Dusun Balong, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Kebun ini beroperasi di bawah Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah dengan koordinasi teknis dari Balai Benih Pertanian Wilayah Surakarta. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto