Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dua Sejoli Diduga Mahasiswa Digerebek Warga Berduaan di Dalam Kamar Mandi Masjid Baitussalam Mertoyudan Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 14 Juli 2026 | 23:08 WIB
Salah satu warga setempat menunjukkan lokasi yang digunakan saat dua sejoli berduaan di dalam kamar mandi masjid, Selasa (14/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Salah satu warga setempat menunjukkan lokasi yang digunakan saat dua sejoli berduaan di dalam kamar mandi masjid, Selasa (14/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Warga Desa Prajenan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang dibuat geger usai mengetahui adanya dua sejoli yang ketahuan berduaan di dalam kamar mandi perempuan di Masjid Baitussalam, Prajenan, Mertoyudan. 

Pasangan yang diduga mahasiswa sebuah PTS di Magelang ini pun digerebek warga, Senin (13/7/2026) pagi.

Keduanya berinisial MND, 24, warga Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dan ERP, 20, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Salah satu warga Novi Irmawati, 31, mengatakan, kejadian penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 08.00. 

Menurut Novi, pagi itu, kondisi di sekitar masjid sepi.

Sebagian besar warga sudah berangkat kerja.

Nah, saat keluar rumah, Novi melihat MND dan ERP yang mengendarai motor berhenti di masjid.

"Tapi bukan di depan pas, agak ke samping sedikit,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di Masjid Baitussalam, Selasa (14/7/2026).

Saat itu, MND turun lebih dulu lalu berjalan ke kamar mandi.

Sedangkan teman perempuannya, ERP,  masih di atas motor.

“Awalnya saya nggak curiga, karena yang turun dari motor cowoknya saja. Mungkin mau numpang kencing. Namun selang 5 sampai 10 menitan, saat saya membuang sampah. yang cewek sudah tidak ada. Yang ada hanya motor terparkir,” jelasnya lebih lanjut.

Karena penasaran, Novi lantas mengajak Ririn Puji Astuti, tetangganya, untuk mengecek kamar mandi masjid sambil merekam sebagai barang bukti.

Selain itu, ia juga mengajak tetangga lainnya.

Saat itu, salah satu pintu kamar mandi perempuan tertutup rapat dari dalam.

Novi pun meminta untuk dibuka.

“Saat pintu kami gedor-gedor sambil teriak siapa di dalam, nggak ada yang jawab. Kami teriaki lagi, akhirnya dari dalam kamar mandi terdengar jawaban bersuara cewek,"jelasnya.

Si cewek juga bilang hanya sendiri di dalam toilet.

Warga tak percaya begitu saja.

Ia lantas meminta tetangga lainnya mengecek di kamar mandi laki-laki, ternyata kosong semua.

Hingga akhirnya yang cowok keluar dari toilet.

Pada saat keluar, kata Novi, memang benar di dalam ada perempuan.

“Karena terlihat ada baju cewek yang cementel . Setelah itu, saya minta mbak Ririn ngawasin yang perempuan, dan benar setelah cukup lama yang perempuan keluar dengan wajah ketakutan,” ucapnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke ketua RT dan ketua takmir masjid.

Saat ditanya, perempuan itu mengaku berusia sekitar 20 tahun.

Ia juga minta tak memberi tahu orang tuanya.

Selanjutnya, Keduanya dibawa ke Mapolsek Mertoyudan.

Sebelum kejadian ini, kata Novi, dirinya sempat curiga dan sudah memantau gerak-gerik sejoli ini hampir satu bulan.

Awalnya, sekitar bulan lalu, waktunya siang sekitar pukul 14.00. 

“Saya sudah curiga sejak satu bulan lalu. Namun, tanggalnya lupa. Tapi, waktu itu sekitar pukul 14.00 siang, saat anak saya rewel, saya ajak main ke halaman masjid. Karena waktu itu, banyak anak yang sedang main layangan,” jelasnya.

Sementara itu, Polsek Mertoyudan telah mencoba memfasilitasi penyelesaian permasalahan dugaan perbuatan tidak pantas yang terjadi di area Masjid Baitussalam, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Senin (13/7/2026) .

Kegiatan problem solving berlangsung di Mapolsek Mertoyudan mulai pukul 09.00 hingga 13.30 dengan menghadirkan unsur kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, takmir masjid, Linmas, serta keluarga dari kedua belah pihak.

Dalam proses penyelesaian, Polsek Mertoyudan mengedepankan pendekatan problem solving dengan mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga masing-masing, takmir Masjid Baitussalam, Kepala Desa Girirejo, perangkat dusun, beserta unsur Linmas.

Melalui musyawarah yang difasilitasi kepolisian, permasalahan akhirnya diselesaikan secara damai.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dalam surat tersebut, pihak pertama menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari, serta bersedia bertanggung jawab penuh atas perbuatannya.

Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono mengatakan, penyelesaian melalui problem solving dilakukan dengan mengedepankan musyawarah, keterlibatan tokoh masyarakat, serta keluarga kedua belah pihak guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Kehadiran kepolisian dalam kegiatan problem solving ini bertujuan menjaga keamanan, mencegah terjadinya konflik di masyarakat, serta memberikan ruang penyelesaian yang bijaksana dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” ujar AKP Aris. (rfk/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
kamar mandi masjid mertoyudan magelang mahasiswa digerebek mesum