Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Borobudur Jadi PR, TWC Lakukan Bedah Rumah  

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 14 Juli 2026 | 22:33 WIB
Dua rumah tidak layak huni yang dibedah diresmikan, Selasa (14/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Dua rumah tidak layak huni yang dibedah diresmikan, Selasa (14/7/2026). (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, MungkidPermasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) masih menjadi pekerjaan rumah dan menjadi wajah kemiskinan yang nyata di Kabupaten Magelang.

Termasuk di kawasan penyangga Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. 

Terbukti, ada dua rumah tidak layak huni yang dibedah oleh PT Taman Wisata Candi (TWC).

Yakni, rumah Mukodin warga Dusun Ngaran 1 dan Hariyono, warga Dusun Bogowanti Kidul, Desa Borobudur.

PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang David Rudiyanto mengakui, RTLH masih menjadi PR Pemkab Magelang.

Bahkan di sekitar area DPSP Taman Wisata Borobudur, tidak menutup kemungkinan juga masih banyak.

Ia menilai, program ini sebagai langkah konkret pemerintah dan BUMN pariwisata dalam mengurangi beban masyarakat miskin.

Dia menegaskan, esensi pengentasan kemiskinan hanya bertumpu pada dua hal, yaitu mengurangi beban dan meningkatkan pendapatan.

“Kalau rumahnya sudah layak, beban hidup masyarakat otomatis berkurang. Pemerintah itu tugasnya hadir di situ,” katanya.

Direktur PT TWB Mardijono Nugroho menjelaskan, program RTLH ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata, termasuk di Candi Borobudur.

“Tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, kami juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya memberikan perhatian ke masyarakat yang membutuhkan bantuan,” katanya usai peresmian pembangunan rumah layak huni, Selasa (14/7/2026). 

Mardijono mengaku, setelah melakukan survei, ada empat warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah.

Dua di antaranya, Mukodin, warga Dusun Ngaran 1, dan Hariyono, warga Dusun Bogowanti Kidul.

“Kondisi awal rumah Pak Mukodin benar-benar memprihatinkan. Karena sempat ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang, serta kondisi rumah yang sudah lapuk,” jelasnya.

Tahun ini, lanjut Mardijono, PT TWC memberikan bantuan pembangunan untuk empat rumah yang masuk kategori RTLH.

Alhamdulillah pada akhir Juni lalu telah selesai dua unit rumah ini, dan kita harapkan dua rumah lainnya bisa segera selesai,” harapnya.

Dikatakan, untuk biaya pembangunan satu rumah, membutuhkan anggaran sekitar Rp 60 juta. Ia berharap, rumah yang sudah diperbaiki bisa bermanfaat dan lebih mempercantik kawasan Borobudur. (rfk/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) candi borobudur rtlh kemiskinan rumah tidak layak huni