Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sambut Siswa Baru dengan Istimewa, SMAN 1 Kota Mungkid Jadi Lokasi Peluncuran Gernas Rana di Jateng

Magang Radar Magelang • Senin, 13 Juli 2026 | 22:49 WIB
Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti (dua dari kiri), Kepala SMAN 1 Kota Mungkid Diah Ratnaningrum (satu dari kiri), jajaran tenaga pendidik, dan siswa-siswi ketika melaksanakan sesi foto bersama saat kegiatan peluncuran program Gernas Rana secara daring. Senin (13/7/2026) (TALITHA SHAFIAULIA/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti (dua dari kiri), Kepala SMAN 1 Kota Mungkid Diah Ratnaningrum (satu dari kiri), jajaran tenaga pendidik, dan siswa-siswi ketika melaksanakan sesi foto bersama saat kegiatan peluncuran program Gernas Rana secara daring. Senin (13/7/2026) (TALITHA SHAFIAULIA/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Kota Mungkid berlangsung istimewa.

Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Magelang ini dipilih menjadi salah satu titik peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas Rana) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini tersambung secara daring dengan agenda peluncuran nasional yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti.

Pemilihan SMAN 1 Kota Mungkid sebagai titik peluncuran, didasarkan atas dukungan pemerintah daerah yang dinilai responsif dalam mengawal pelaksanaan MPLS, serta sekolah yang juga dianggap representatif mewakili sekolah-sekolah di wilayah Mungkid.

Pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 1 Kota Mungkid ini sesuai dengan regulasi, yaitu Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2026. Di mana pelaksanaan MPLS ini harus jauh dari kekerasan, jauh dari perundungan, dan tidak ada perpeloncoan” ujar Nugraheni Triastuti kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (13/7/2026).

Lebih lanjut Nugraheni menjelaskan, SMAN 1 Kota Mungkid dipilih karena respons positif dari pemerintah daerah setempat serta dianggap representatif untuk mewakili sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Dijelaskan, Program Gernas RANA juga mendorong penanaman Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, belajar dengan baik, makan bergizi seimbang, bermasyarakat, dan tidur lebih cepat.

“Ada delapan profil lulusan yang kita harapkan nanti terbentuk dari sekolah kita ini. Selain capaian hasil belajar anak-anak kita, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bernalar kritis, kreatif, komunikatif, mampu berkolaborasi, membangun sikap kewargaan, mandiri, dan memiliki kebugaran jasmani yang baik” jelasnya ketika ditanyai manfaat jangka panjang program ini.

Kepala SMAN 1 Kota Mungkid Diah Ratnaningrum menambahkan, semangat Gernas Rana bukan menjadi hal baru di sekolah yang dipimpinnya. 

Pembiasaan budaya Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun (5S), serta melalui gerakan Gemar Merawat Persahabatan dan Peduli Lingkungan (Gemar Pepeling), nilai-nilai sekolah ramah anak sudah diterapkan secara inklusif dalam lingkungan SMAN 1 Kota Mungkid. 

Implementasinya dicerminkan dalam rutinitas siswa, contohnya kebiasaan meluangkan waktu tiga menit untuk memeriksa dan membersihkan sampah di sekitar tempat duduk.

Kalau pembiasaan itu terus-menerus dilakukan Insya’Allah menjadi karakter. Dan karakter itu nanti menjadi budaya sekolah yang positif,” tandasnya.

Diah menambahkan, indikator keberhasilan dari program gerakan sekolah ramah anak ini menargetkan terwujudnya peserta didik yang berkarakter luhur, unggul, dan berbudaya. Selaras dengan pilar program tersebut.

Dikatakan, Gernas Rana dalam praktiknya merupakan hasil kolaborasi tindak lanjut lembaga Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KPMK), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan ruang satuan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak.

Tahun ini, SMAN 1 Kota Mungkid menyambut 356 siswa baru untuk mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.

Jumlah tersebut mengisi hampir seluruh total daya tampung sekolah, yakni 360 kursi. Seluruh siswa baru ini diharapakan dapat segera beradaptasi dengan budaya positif yang telah dibangun oleh sekolah sejak hari pertama mereka masuk.

"Sekolah ini adalah rumah kedua. Kami berkomitmen berkolaborasi dengan seluruh warga sekolah untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tidak boleh ada kata-kata kasar, anarkisme, apalagi bullying di sini. Semuanya dididik untuk menjadi individu yang berkarakter unggul," tegasnya.

Dengan tersambungnya SMAN 1 Kota Mungkid dalam rangkaian peluncuran nasional yang berpusat di Malang, sekolah ini menegaskan komitmennya untuk menjadikan lingkungan belajar sebagai rumah kedua bagi anak-anak.

Rasa aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. (mg6/mg4/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
SMAN 1 Kota Mungkid Gernas Rena mpls tahun ajaran baru senyum