Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pelatihan Pembuatan Pupuk dengan Komposter Berbahan Limbah Lokal Dukung Penghijauan di Dusun Janggelan Kleteran Kabupaten Magelang

Lis Retno Wibowo • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:47 WIB
Sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk menggunakan tong komposter yang diadakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Untidar di Dusun Janggelan Desa Kleteran Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang pada Selasa (7/7/2026). (Istimewa)
Sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk menggunakan tong komposter yang diadakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Untidar di Dusun Janggelan Desa Kleteran Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang pada Selasa (7/7/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Mewujudkan lingkungan yang hijau tidak hanya dimulai dari kegiatan menanam pohon. Tetapi juga dari kesiapan masyarakat dalam menyediakan sumber nutrisi bagi tanaman.

Berangkat dari semangat tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) mengadakan kegiatan "Pelatihan Pembuatan Pupuk dengan Komposter Berbahan Limbah Lokal untuk Penghijauan di Dusun Janggelan, Desa Kleteran, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang."

Program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Ratna Suminar, S.P., M.Si., dengan anggota Muzayyanah Rahmiyah, S.P., M.Si., Gian Sapta Adrialin, S.P., M.Si., dan Ade Nendi Mulyana, S.P., M.Si. 

Kegiatan juga mendapat dukungan dari dua mahasiswa Universitas Tidar yang turut mendampingi masyarakat selama proses pelatihan dan pendampingan.

Baca Juga: Tim Pengabdian Masyarakat Untidar Sosialisasi Aplikasi KarierKu untuk Mengoptimalkan Perencanaan Karir Siswa SMAN 1 dan 2 Magelang 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pendekatan kepada masyarakat dan identifikasi permasalahan yang dilakukan sebelumnya.

Melalui diskusi bersama masyarakat dan tokoh setempat, tim menemukan bahwa limbah organik rumah tangga di Dusun Janggelan masih belum dimanfaatkan secara optimal. 

Di sisi lain, masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan penghijauan lingkungan, namun masih terkendala dalam penyediaan pupuk organik sebagai sumber hara tanaman.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian menawarkan solusi berupa pelatihan pembuatan pupuk kompos menggunakan tong komposter berbahan limbah organik lokal yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari hasil identifikasi tersebut, sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk menggunakan tong komposter dilaksanakan pada 7 Juli 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema pengelolaan sampah organik sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan hijau. 

Tim pengabdian menekankan, keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bibit tanaman, tetapi juga oleh ketersediaan pupuk organik yang mampu menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kondisi pengelolaan sampah di Indonesia, klasifikasi sampah organik dan anorganik. Kemudian, konsep pengelolaan sampah mandiri, pengertian kompos, berbagai jenis komposter.

Juga  teknik pembuatan kompos menggunakan tong komposter, pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL), penggunaan EM4 sebagai aktivator, serta teknik penyusunan bahan kompos agar proses dekomposisi berlangsung optimal.

Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai limbah organik lokal. Seperti sisa sayuran, daun kering, ranting halus, dan limbah dapur yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.

Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan interaktif disertai praktik sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan kompos dengan baik.

Materi pelatihan disusun untuk mendorong masyarakat mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian, Ratna Suminar, S.P., M.Si., menjelaskan penyediaan sumber nutrisi tanaman merupakan fondasi penting sebelum melaksanakan program penghijauan.

"Sering kali masyarakat berfokus pada kegiatan menanam, padahal tanaman juga membutuhkan media tanam yang subur dan sumber nutrisi yang memadai.

Melalui pengomposan limbah organik rumah tangga, masyarakat dapat menghasilkan pupuk organik sendiri sehingga penghijauan menjadi lebih mudah diwujudkan sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah organik di lingkungan," ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai komposisi bahan yang ideal, penggunaan aktivator, waktu pengomposan, pengendalian bau, hingga ciri-ciri kompos yang telah matang dan siap digunakan.

Diskusi yang aktif menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mulai mengelola limbah organik secara mandiri dan memanfaatkannya sebagai pupuk bagi tanaman di lingkungan sekitar.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pengabdian Universitas Tidar merencanakan kegiatan penghijauan satu bulan setelah pelaksanaan pelatihan.

Sekaligus menjadi momentum untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses pengomposan yang telah dilakukan oleh masyarakat. 

Pada kegiatan tersebut, tim akan mengamati perkembangan proses dekomposisi, mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan, serta memanfaatkan kompos tersebut sebagai pupuk pada kegiatan penanaman tanaman penghijauan di Dusun Janggelan.

Pendampingan ini diharapkan mampu memastikan bahwa ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Terima kasih secara khusus untuk kelompok ibu-ibu RT 3 yang tergabung dalam Gesang Remboko atas antusiasme, partisipasi, dan semangatnya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,”imbuhnya. 

Penghargaan juga diberikan kepada Ketua LPMD Desa Kleteran, Muchammad Abdul Rochman, atas dukungan, pendampingan, serta fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan pengabdian dapat berjalan dengan lancar.

Sinergi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah desa, dan Universitas Tidar menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan limbah organik berbasis masyarakat serta mendukung penghijauan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Tidar berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

Limbah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas. 

Sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mendukung penghijauan dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Dusun Janggelan dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya dalam membangun lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#komposter #pelatihan pembuatan pupuk #dusun janggelan #Universitas Tidar (Untidar) #tim pengabdian kepada masyarakat