RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Menjelang tahun ajaran baru, para penjahit kebanjiran order.
Terutama pesanan seragam sekolah untuk siswa baru yang masuk ke jenjang lebih tinggi.
Untuk memenuhi pesanan, tak sedikit penjahit yang merekrut pekerja. Di rumah produksi Ana Batik Magelang, sejak libur sekolah sudah kebanjiran pemesanan.
Belasan pekerja yang semuanya perempuan dikerahkan. Ada yang memotong pola, mengukur kain, menjahit.
Semuanya bekerja dengan cermat, cepat dan tepat, agar pesanan selesai seperti yang dijanjikan.
Workshop yang tak begitu luas itu, penuh kain.
Beberapa jahitan yang sudah jadi dipajang, ada juga yang diletakkan di lemari.
Kain-kain yang hendak dijahit bertumpuk-tumpuk.
Menurut Nurul Ana pemilik Ana Batik, dalam satu tahun, pesanan meningkat pada tiga momen.
“Menjelang Lebaran, tahun ajaran baru dan akhir tahun,”paparnya ketika ditemui di rumah produksinya kawasan Japunan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Menjelang masuk sekolah, siswa baru banyak menjahitkan seragam di rumah produksinya.
Demikian pula saat Idul Fitri, keluarga memesan seragam Lebaran dengan model yang sudah dipilih.
Sementara pada akhir tahun, pesanan mengalir dari komunitas dan perkantoran yang memesan seragam.
Bila order sangat banyak, ia merekrut pekerja tambahan.
Tak sedikit pegawainya yang sudah membuka usaha sendiri diajak bekerja sama untuk merampungkan pesanan jahitan.
Tak hanya itu, ia bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk menampung lulusannya. Juga menampung siswa SMK jurusan busana.
“Pesanan tidak hanya dari Magelang dan sekitarnya. Tapi banyak juga dari luar Jawa,”imbuh Ana yang dulu pernah memiliki kios di Pasar Rejowinangun itu.
Salah seorang pelanggan, Rini mengaku menjahitkan seragam sekolah anaknya yang hendak masuk SMA.
Begitu mendapatkan kain seragam, ia langsung membawanya ke penjahit Ana.
“Saya sudah langganan di Mbak Ana. Sudah cocok dengan hasilnya,”imbuhnya. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo