Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Festival Lima Gunung Magelang Usung Tema Makin Goblok Bareng

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Minggu, 5 Juli 2026 | 22:49 WIB
Persiapan Festival Lima Gunung 2026 di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

 
Persiapan Festival Lima Gunung 2026 di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)  

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Festival Lima Gunung (FLG) XXV akan kembali digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (10-12/7/2026).

Ribuan seniman dari berbagai daerah di Indonesia akan tampil di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Festival kali ini mengusung tema unik: makin goblok bareng.

Budayawan Magelang sekaligus perintis Komunitas Lima Gunung Sutanto Mendut mengatakan, tema ini sebagai bentuk respon terhadap perkembangan situasi kehidupan manusia di era teknologi informasi, tentang arti pentingnya sikap tawadhu, terus mendidik diri dan belajar bersama untuk kehidupan riil sehari-hari dan dunia maya yang lebih baik. “Sehingga melahirkan peradaban luhur baru yang layak diwariskan kepada generasi manusia masa depan,” jelasnya.

Dalam festival tahun ini akan berlangsung pementasan kesenian tradisional, kontemporer modern, dan kolaborasi pementasan, serta performa seni oleh sekitar 85 grup kesenian dengan total 1.274 orang. Berbagai acara pementasan, antara lain tarian, musik, pembacaan puisi, kirab budaya, dan pidato kebudayaan. 

“Para seniman ini berasal dari Cirebon, Indramayu, Bekasi, Jakarta, Bandung, Bogor, Jogjakarta, Batu Malang, dan Pacitan. Tahun ini, penampilan para seniman akan lebih beragam,” jelas Ketua Komunitas Lima Gunung Sujono, Minggu (5/7/2026).

Ia menyampaikan, hingga saat ini proses persiapan sudah 80 persen.

Di mana, masyarakat Dusun Warangan secara bergotong royong sejak pertengahan Juni 2026 menyiapkan panggung pertunjukan berupa dua level atau tingkatan, masing-masing untuk pementasan 80 meter persegi dan pengiring 32 meter persegi.

Hiasan panggung menggunakan bahan-bahan alam di kawasan setempat.

Hingga tahun ini, komunitas tetap mempertahankan kebijakan penyelenggaraan FLG yang tanpa sponsor, baik dari pengusaha maupun pemerintah.

Ia mengatakan, komunitas terus membangun dan memperkuat jejaring dengan berbagai kelompok kesenian, kelompok sosial-kemasyarakatan, dan para tokoh dengan berbagai latar belakang dari berbagai tempat. 

Jejaring itu memperkuat keberadaan komunitas untuk terus belajar dan memberikan inspirasi tentang makna kebudayaan dan memperkuat nilai-nilai hidup pedesaan dengan kearifan lokalnya.

Ia mengakui, penyelenggaraan FLG selama 25 tahun berturut-turut secara swadaya sebagai pelajaran berharga bagi komunitas, pegiat, maupun warga dusun.

Setiap penyelenggaraan festival membuktikan secara praktik baik tentang semangat bekerja tanpa pamrih, ikhlas, kekeluargaan, persaudaraan, dan saling menjaga satu sama lain yang terus dihidupi warga dusun dengan berbagai dinamika tantangan dan harapan.

Selain itu, memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi tantangan menghidupi kesenian, tradisi dusun, dan kearifan desa. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Sutanto Mendut #Festival Lima Gunung #seniman #Kabupaten Magelang #Pakis